home news

Terdampak El Nino, PLN Bekerja Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel

Kamis, 17 September 2026 - 16:41 WIB
PLN UID Sulselrabar menggalakkan berbagai langkah percepatan untuk memulihkan keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada Sistem Kelistrikan Sulbagsel. Foto/Istimewa
PT PLN (Persero) menggalakkan berbagai langkah percepatan untuk memulihkan keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Upaya ini dilakukan menyusul merosotnya daya mampu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akibat fenomena El Nino.

Kondisi hidrologi tersebut memicu penurunan produksi signifikan pada sejumlah PLTA utama, seperti PLTA Poso, Bakaru, dan Malea, serta beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Daya mampu pasok pembangkit hidro yang semula berada di kisaran 850 Megawatt (MW) kini anjlok menjadi sekitar 250 MW—mengalami defisit hingga 600 MW.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengonfirmasi dampak langsung perubahan iklim ini terhadap ketahanan energi wilayah tersebut.

“Penurunan daya mampu pembangkit hidro menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sistem Sulbagsel. Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino berdampak pada produksi sejumlah pembangkit hidro, sehingga daya mampu pasok mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar Edyansyah.

Guna menutupi kekurangan daya, PLN mengeksekusi sejumlah tindakan operasional secara paralel. Selain mengoptimalkan seluruh unit yang ada, PLN mempercepat pemulihan dan perbaikan teknis pada PLTU Jeneponto serta menggenjot pasokan tambahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

“Kami terus melakukan langkah-langkah percepatan secara paralel. Setiap tambahan megawatt sangat berarti untuk memperkuat sistem. Karena itu, seluruh potensi pembangkit yang tersedia terus kami optimalkan, sementara proses pemulihan dan perbaikan pembangkit juga terus dikawal,” lanjut Edyansyah.

Di samping pemulihan infrastruktur teknis, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Rekayasa cuaca ini diharapkan dapat memicu hujan di area tangkapan air guna memulihkan debit waduk pembangkit hidro.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya