LAZ Hadji Kalla Dorong Generasi Qur’ani Lewat Tahfidz Camp
Tri Yari Kurniawan
Selasa, 22 September 2026 - 14:51 WIB
Suasana Tahfidz Camp yang dilaksanakan tim Desa Bangkit Sejahtera (DBS) LAZ Hadji Kalla di Desa Mundan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
Sebanyak 66 santri di Desa Mundan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, mendapat ruang pembinaan untuk memperkuat hafalan Al-Qur’an sekaligus membangun karakter dan akhlak melalui program Tahfidz Camp yang digelar Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla.
Program yang dijalankan melalui Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS) LAZ Hadji Kalla tersebut menjadi bagian dari pembinaan keislaman di desa. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap bulan selama dua hari, baik di lingkungan desa maupun sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Enrekang.
Dai DBS LAZ Hadji Kalla di Desa Mundan, Ustaz Saenal Wahid, mengatakan Tahfidz Camp dirancang sebagai ruang pembinaan bagi santri se-Desa Mundan agar lebih konsisten dalam menghafal Al-Qur’an.
Para santri mengikuti kegiatan dengan konsep perkemahan. Mereka membawa tenda dan perlengkapan masing-masing sehingga proses belajar berlangsung dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an. Tasmi’ atau sima’an dilakukan di hadapan para santri dan orang tua yang sempat hadir, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dalam menjaga dan menyelesaikan hafalannya,” ujar Saenal.
Tidak hanya berfokus pada hafalan, Tahfidz Camp juga diisi dengan berbagai materi pembinaan. Santri mengikuti tasmi’ atau sima’an bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30, pembelajaran tajwid, adab dan akhlak, hingga praktik wudhu dan salat yang benar.
Kegiatan juga diselingi ice breaking untuk membangun kekompakan antarsantri. Konsep camp yang berlangsung dekat dengan alam sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, dan semangat belajar peserta.
Program yang dijalankan melalui Dai Desa Bangkit Sejahtera (DBS) LAZ Hadji Kalla tersebut menjadi bagian dari pembinaan keislaman di desa. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap bulan selama dua hari, baik di lingkungan desa maupun sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Enrekang.
Dai DBS LAZ Hadji Kalla di Desa Mundan, Ustaz Saenal Wahid, mengatakan Tahfidz Camp dirancang sebagai ruang pembinaan bagi santri se-Desa Mundan agar lebih konsisten dalam menghafal Al-Qur’an.
Para santri mengikuti kegiatan dengan konsep perkemahan. Mereka membawa tenda dan perlengkapan masing-masing sehingga proses belajar berlangsung dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an. Tasmi’ atau sima’an dilakukan di hadapan para santri dan orang tua yang sempat hadir, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dalam menjaga dan menyelesaikan hafalannya,” ujar Saenal.
Tidak hanya berfokus pada hafalan, Tahfidz Camp juga diisi dengan berbagai materi pembinaan. Santri mengikuti tasmi’ atau sima’an bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30, pembelajaran tajwid, adab dan akhlak, hingga praktik wudhu dan salat yang benar.
Kegiatan juga diselingi ice breaking untuk membangun kekompakan antarsantri. Konsep camp yang berlangsung dekat dengan alam sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, dan semangat belajar peserta.