home news

MDA - UNCP Dampingi 6 Desa di Luwu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Risiko Bencana

Rabu, 23 September 2026 - 13:33 WIB
Enam desa tangguh bencana di Luwu mendapat pendampingan melalui kolaborasi BPBD Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Foto/Istimewa
Sepuluh desa di Kabupaten Luwu resmi dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana), menandai penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di tingkat desa. Enam di antaranya mendapat pendampingan melalui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).

Pengukuhan dilakukan Bupati Luwu, Patahudding, di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Minggu (20/9/2026) kemarin. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan BPBD Luwu, anggota Destana, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Emergency Response Team (ERT) MDA.

Enam desa yang mendapat pendampingan program Destana yakni Desa Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla dan Kadundung di Kecamatan Latimojong, serta Desa Bonelemo di Kecamatan Bajo Barat. Sementara empat desa lainnya adalah Desa Karangkarangan, Lengkong dan Padang Kalua di Kecamatan Bua, serta Desa Bosso Timur di Kecamatan Walenrang Utara.

Program pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama mendukung Pemerintah Kabupaten Luwu dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana. Program ini sekaligus menjadi implementasi pilar Jaga Keselamatan Desa, bagian dari Program Jaga Desa MDA yang lahir dari aspirasi masyarakat melalui FORDES MATAPPA.

Dalam kolaborasi tersebut, BPBD Kabupaten Luwu berperan sebagai leading sector, sedangkan MDA dan PUSPENA UNCP mendukung pendampingan serta penguatan kapasitas masyarakat desa.

Kolaborasi tersebut juga melahirkan WebGIS Destana, sistem informasi geospasial berbasis web yang memuat informasi mengenai kejadian, potensi, dan titik rawan bencana. Kehadiran sistem ini diharapkan membantu masyarakat dan pemerintah desa memperoleh informasi yang lebih mudah sebagai dasar mitigasi dan kesiapsiagaan.

Bupati Luwu, Patahudding, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana pada 2024 menjadi pelajaran penting, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Latimojong.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya