PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 24 September 2026 - 07:36 WIB
PT Vale Indonesia bersama seluruh pihak lintas sektor berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan Danau Matano. Foto/Istimewa
Menjaga keberlanjutan Danau Matano tidak cukup dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas, akademisi, dan lembaga pemerhati lingkungan perlu menyatukan langkah agar upaya perlindungan ekosistem danau dapat berjalan lebih terintegrasi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Deklarasi Bersama Kolaborasi Multipihak Pengelolaan Danau Matano Berkelanjutan yang digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kementerian Kehutanan, dengan dukungan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), di Hotel Mireya, Sorowako, Rabu (23/9/2026).
Sebagai bagian dari ekosistem di sekitar Danau Matano, PT Vale dalam forum tersebut memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan. Upaya itu mencakup konservasi dan pemberdayaan masyarakat, pengelolaan kualitas air dari kegiatan operasional, hingga reklamasi progresif pada area yang telah selesai ditambang.
Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay, mengatakan pendekatan konservasi yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga melibatkan masyarakat serta mendorong manfaat sosial dan ekonomi.
Salah satunya melalui Program PPM Konservasi Matano Iniaku. Program tersebut mencakup pengembangan agroforestri dan nursery komunitas, rehabilitasi daerah aliran sungai, pengembangan ekowisata, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Upaya konservasi tidak dapat berdiri sendiri. Kita membutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak agar program yang dilakukan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem Danau Matano,” ujar Sainab.
Upaya konservasi juga dilakukan melalui pengendalian spesies invasif dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. PT Vale, antara lain, mendorong pemanfaatan tanaman invasif Hydrilla sebagai bahan baku pupuk kompos serta ikan invasif seperti Sapu-Sapu dan Louhan menjadi bahan baku tepung ikan atau pakan ternak.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Deklarasi Bersama Kolaborasi Multipihak Pengelolaan Danau Matano Berkelanjutan yang digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kementerian Kehutanan, dengan dukungan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), di Hotel Mireya, Sorowako, Rabu (23/9/2026).
Sebagai bagian dari ekosistem di sekitar Danau Matano, PT Vale dalam forum tersebut memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan. Upaya itu mencakup konservasi dan pemberdayaan masyarakat, pengelolaan kualitas air dari kegiatan operasional, hingga reklamasi progresif pada area yang telah selesai ditambang.
Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay, mengatakan pendekatan konservasi yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga melibatkan masyarakat serta mendorong manfaat sosial dan ekonomi.
Salah satunya melalui Program PPM Konservasi Matano Iniaku. Program tersebut mencakup pengembangan agroforestri dan nursery komunitas, rehabilitasi daerah aliran sungai, pengembangan ekowisata, penguatan ekonomi kreatif, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Upaya konservasi tidak dapat berdiri sendiri. Kita membutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak agar program yang dilakukan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem Danau Matano,” ujar Sainab.
Upaya konservasi juga dilakukan melalui pengendalian spesies invasif dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. PT Vale, antara lain, mendorong pemanfaatan tanaman invasif Hydrilla sebagai bahan baku pupuk kompos serta ikan invasif seperti Sapu-Sapu dan Louhan menjadi bahan baku tepung ikan atau pakan ternak.