Petani Rumput Laut Sulsel Didorong Naik Kelas Lewat Platform e-Seaweed
Tim SINDOmakassar
Kamis, 24 September 2026 - 20:06 WIB
Melalui platform e-Seaweed, aktivitas budidaya, transaksi hingga data petani dicatat secara digital sehingga dapat menjadi rekam jejak usaha yang lebih kredibel bagi lembaga keuangan. Foto/IST
Digitalisasi pencatatan usaha dan rantai pasok mulai didorong untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi petani rumput laut skala kecil di Sulawesi Selatan. Melalui platform e-Seaweed, aktivitas budidaya, transaksi hingga data petani dicatat secara digital sehingga dapat menjadi rekam jejak usaha yang lebih kredibel bagi lembaga keuangan.
Inisiatif tersebut resmi diluncurkan di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026), melalui kolaborasi International Labour Organization (ILO), Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Swiss, dan Koperasi Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (KOSPERMINDO).
Peluncuran e-Seaweed diarahkan untuk memperkuat ketangguhan usaha petani rumput laut skala kecil melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain memperbaiki pencatatan usaha, platform ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketertelusuran rantai pasok sekaligus memperluas akses petani terhadap layanan keuangan formal.
e-Seaweed merupakan platform digital yang dikembangkan dan dimiliki KOSPERMINDO. Platform tersebut mencatat aktivitas budidaya dan pergudangan, transaksi, serta data petani untuk meningkatkan ketertelusuran, pengendalian mutu, dan visibilitas rantai pasok.
Data yang terkumpul juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan usaha dan proyeksi produksi. Dengan demikian, aktivitas ekonomi petani yang sebelumnya tersebar dapat terdokumentasi secara lebih sistematis.
Pada tahap awal, sekitar 200 petani rumput laut di Kabupaten Takalar akan bergabung dalam platform tersebut. Jumlah itu merupakan bagian dari sekitar 2.000 petani yang menjadi anggota KOSPERMINDO.
Selain digitalisasi, program ini mencakup peningkatan kapasitas bagi pengelola koperasi dan komunitas petani. Materinya meliputi edukasi keuangan, kewirausahaan, hingga praktik usaha hijau.
Inisiatif tersebut resmi diluncurkan di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026), melalui kolaborasi International Labour Organization (ILO), Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Swiss, dan Koperasi Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (KOSPERMINDO).
Peluncuran e-Seaweed diarahkan untuk memperkuat ketangguhan usaha petani rumput laut skala kecil melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain memperbaiki pencatatan usaha, platform ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketertelusuran rantai pasok sekaligus memperluas akses petani terhadap layanan keuangan formal.
e-Seaweed merupakan platform digital yang dikembangkan dan dimiliki KOSPERMINDO. Platform tersebut mencatat aktivitas budidaya dan pergudangan, transaksi, serta data petani untuk meningkatkan ketertelusuran, pengendalian mutu, dan visibilitas rantai pasok.
Data yang terkumpul juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan usaha dan proyeksi produksi. Dengan demikian, aktivitas ekonomi petani yang sebelumnya tersebar dapat terdokumentasi secara lebih sistematis.
Pada tahap awal, sekitar 200 petani rumput laut di Kabupaten Takalar akan bergabung dalam platform tersebut. Jumlah itu merupakan bagian dari sekitar 2.000 petani yang menjadi anggota KOSPERMINDO.
Selain digitalisasi, program ini mencakup peningkatan kapasitas bagi pengelola koperasi dan komunitas petani. Materinya meliputi edukasi keuangan, kewirausahaan, hingga praktik usaha hijau.