Ilham Dg Tayang Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua ILUNI UI Sulsel
Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Sulawesi Selatan segera memiliki kepengurusan resmi tingkat provinsi. Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana ILUNI UI Sulsel dijadwalkan menjadi momentum pembentukan wadah resmi alumni Universitas Indonesia yang selama ini belum tercatat secara formal di tingkat pusat.
Salah satu alumni yang menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses pencalonan Ketua ILUNI UI Sulsel adalah Ilham Dg Tayang, Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) KKI 2016, Program Internasional.
Dg Tayang menyebut pencalonan Ketua ILUNI UI Sulsel menjadi momentum penting bagi para alumni UI yang bekerja dan berkarier di Sulawesi Selatan.
“Pencalonan Ketua ILUNI UI Sulsel ini adalah monumental bagi alumni almamater Makara yang bekerja dan berkarier di Sulawesi Selatan,” katanya.
Menurut dia, cukup banyak alumni UI asal Sulawesi Selatan yang setelah menyelesaikan pendidikan kembali ke daerah untuk mengabdi dan membangun karier. Karena itu, keberadaan organisasi alumni di tingkat provinsi dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring sekaligus memperbesar kontribusi para alumni.
“Kalau kita tarik ke belakang, sudah tidak terhitung lagi alumni Makara dari Sulsel yang kembali mengabdi ke tanah daerahnya. Sehingga, dengan menyatunya setiap alumnus, kita bisa menghasilkan suatu gagasan dan peluang kontribusi yang lebih besar dibandingkan kami berperan secara sendiri-sendiri,” ujarnya.
Dg Tayang menuturkan, wacana pembentukan kepengurusan ILUNI UI Sulsel mulai bergulir setelah muncul pembahasan mengenai pembentukan pengurus baru sekaligus penjaringan calon ketua. Diskusi kemudian berkembang di sejumlah grup alumni untuk menentukan figur yang dinilai dapat diajukan dalam proses pencalonan.
Ia mengakui memiliki latar belakang politik. Namun, menurutnya, dukungan terhadap pencalonannya datang dari alumni dengan latar belakang politik yang beragam.
“Meskipun saya memiliki latar belakang politik yang jelas, namun yang membuat saya yakin karena usungan dari kawan-kawan ini ada juga yang dari warna (partai) berbeda,” tuturnya.
Menurut Dg Tayang, keberagaman latar belakang tersebut justru menjadi salah satu kekuatan dalam membangun organisasi alumni. Ia menilai pengalaman sebagai sesama alumni dan perantau membuat hubungan antarsesama lebih mengedepankan kolaborasi dibandingkan kompetisi.
“Mungkin ini yang menguatkan kita, karena sesama anak perantau yang harus survive di tanah asing, hubungan kami sudah tidak lagi saling berkompetisi praktis, namun justru saling membantu dan menguatkan,” jelasnya.
Dg Tayang menegaskan dirinya siap mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan dalam Muswil ILUNI UI Sulsel.
“Bismillah, saya siap menjalani semua proses menjadi ketua ILUNI,” pungkasnya.
Muswil perdana ILUNI UI Sulsel nantinya diharapkan menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus membentuk kepengurusan yang dapat menjadi wadah kolaborasi alumni UI di Sulawesi Selatan, baik dalam bidang profesional, sosial, pendidikan, maupun kontribusi pembangunan daerah.