home news

Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret

Minggu, 27 September 2026 - 18:35 WIB
Gedung Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM). Foto: Istimewa
Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) Tamsil Linrung menyampaikan keterangan resmi menanggapi pemberitaan dan perbincangan publik yang berkembang belakangan ini mengenai dua peristiwa di lingkungan ICM, yaitu dugaan tindak pelecehan yang kini ditangani aparat penegak hukum, serta insiden perundungan dalam kegiatan Pramuka pada akhir Agustus lalu.

"Kedua peristiwa ini adalah musibah bagi kami semua, dan yang paling utama, bagi anak-anak serta keluarga yang mengalaminya," ujar Tamsil dalam keterangannya di Jakarta pada Ahad (27/09/2026).

Tamsil menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh siswa dan keluarga yang terdampak dari kedua peristiwa tersebut. Menurutnya, tidak ada alasan yang bisa membenarkan seorang anak pulang dari kegiatan sekolah dengan luka fisik maupun psikis, apalagi trauma yang membuatnya harus meninggalkan lingkungan belajar.

"Tidak ada kata yang cukup untuk menghapus rasa sakit akibat tindakan yang mencederai kemanusiaan dan keselamatan anak. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan orang tua korban perundungan, menyampaikan permohonan maaf dan dukungan moral. Kepada korban dugaan pelecehan dan keluarganya, kami memastikan pendampingan dan pemulihan diberikan sepenuhnya, serta proses keadilan dikawal sampai tuntas," kata Tamsil.

Ia menegaskan, tidak ada ruang sedikit pun di ICM bagi tindakan yang mencederai kemanusiaan, keselamatan anak, dan akhlakul karimah. Pengelolaan sekolah berasrama, menurutnya, memang tidak sederhana, tetapi kerumitan itu tidak boleh dijadikan alasan untuk berpaling dari tanggung jawab.

Terkait penanganan kasus perundungan, Tamsil menjelaskan bahwa fungsi Dewan Pembina bukan mengelola operasional sekolah sehari-hari, melainkan memastikan nilai-nilai yang menjadi fondasi ICM benar-benar ditegakkan oleh manajemen.

Ia menyebutkan manajemen sekolah telah melakukan pemeriksaan internal, memberikan sanksi kepada siswa dan pembina yang terkait, memfasilitasi pertemuan antar orang tua, serta melaporkan kejadian tersebut kepada Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya