home news

Xilau Eyewear Perkuat Kompetensi & Standar Layanan Lewat Kongres Optometri Asia

Senin, 28 September 2026 - 08:07 WIB
Xilau Eyewear Optical meningkatkan kompetensi dan standar layanan lewat partisipasi pada ajang Asia Optometric Congress (AOC) di Da Nang, Vietnam, pada 19–20 September 2026. Foto/Istimewa
Standar pemeriksaan mata tidak berhenti pada ketepatan lensa dan kacamata yang digunakan. Di baliknya, ada kompetensi optometris, perkembangan teknologi, serta pemahaman klinis yang terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat.

Hal inilah yang mendorong Xilau Eyewear Optical untuk terus memperkuat kompetensi dan standar pelayanannya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Founder sekaligus Optometris Utama Xilau Eyewear, Budiman, dalam Asia Optometric Congress (AOC) di Da Nang, Vietnam, pada 19–20 September 2026.

Asia Optometric Congress merupakan forum regional yang mempertemukan ahli kesehatan mata, akademisi, dan praktisi optometri dari berbagai negara di Asia. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai perkembangan sains, teknologi, serta praktik terbaru dalam pelayanan penglihatan.

Bagi Xilau Eyewear, keikutsertaan dalam forum tersebut bukan sekadar menghadiri agenda internasional, tetapi menjadi bagian dari upaya memperbarui wawasan dan kompetensi di bidang optometri.

Berbagai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi lensa, hingga pendekatan pelayanan penglihatan yang diperoleh dari forum tersebut menjadi referensi bagi Xilau Eyewear untuk terus menyempurnakan standar layanan kepada masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan arah Xilau Eyewear dalam membangun bisnis optik yang tidak hanya memperhatikan aspek fashion, tetapi juga menempatkan kesehatan mata dan kredibilitas klinis sebagai bagian penting dalam pelayanan.

"Ikut serta dalam konferensi internasional seperti Asia Optometric Congress adalah bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat. Kacamata bukan sekadar aksesori penunjang penampilan, melainkan alat bantu penglihatan yang membutuhkan presisi medis dan penanganan profesional," kata Budiman.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya