Finalis Duta Anti Narkoba Maros Kampanye Bahaya Narkoba Lewat Seni
Najmi S Limonu
Senin, 28 September 2026 - 10:55 WIB
Pertunjukan aksi dari finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2026 di panggung seni di Grand Mall Maros, Minggu (27/9/2026) malam. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Sebanyak 32 finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2026 unjuk gigi mengkampanyekan bahaya Narkoba lewat panggung seni di Grand Mall Maros, Minggu (27/9/2026) malam.
Acara bertajuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Cipta dan Karya ini, menyuguhkan ragam bakat mulai dari seni musik, tari, hingga pembacaan puisi. Pesan-pesan anti-narkoba sengaja dibungkus apik agar lebih mudah masuk dan diterima di kalangan anak muda.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh DPC Granat Maros bersama Ikanara dan Kesbangpol ini, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, Anggota DPRD Sulsel, Muhammad Irfan AB, Kasat Narkoba Polres Maros, Iptu Asri Arif serta Kepala Badan Kesbangpol, Herwan.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang hadir langsung dalam acara tersebut membunyikan alarm keras. Diringa menyoroti posisi strategis Kabupaten Maros sebagai daerah penyangga Kota Makassar yang sangat rawan menjadi jalur peredaran narkoba.
"Karena lokasi kita yang memang berbatasan langsung dengan Makassar, makanya posisi kita ini sangat rawan dari peredaran narkoba," tegas Andi Muetazim.
Dia menyebut, penindakan hukum saja tidak cukup untuk memberantas narkoba. Edukasi sejak dini di tingkat SMP, SMA, hingga kampus dinilai menjadi benteng pertahanan yang paling krusial.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kita semua untuk menyelamatkan generasi muda di Maros ini," ungkapnya.
Acara bertajuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Cipta dan Karya ini, menyuguhkan ragam bakat mulai dari seni musik, tari, hingga pembacaan puisi. Pesan-pesan anti-narkoba sengaja dibungkus apik agar lebih mudah masuk dan diterima di kalangan anak muda.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh DPC Granat Maros bersama Ikanara dan Kesbangpol ini, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, Anggota DPRD Sulsel, Muhammad Irfan AB, Kasat Narkoba Polres Maros, Iptu Asri Arif serta Kepala Badan Kesbangpol, Herwan.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang hadir langsung dalam acara tersebut membunyikan alarm keras. Diringa menyoroti posisi strategis Kabupaten Maros sebagai daerah penyangga Kota Makassar yang sangat rawan menjadi jalur peredaran narkoba.
"Karena lokasi kita yang memang berbatasan langsung dengan Makassar, makanya posisi kita ini sangat rawan dari peredaran narkoba," tegas Andi Muetazim.
Dia menyebut, penindakan hukum saja tidak cukup untuk memberantas narkoba. Edukasi sejak dini di tingkat SMP, SMA, hingga kampus dinilai menjadi benteng pertahanan yang paling krusial.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kita semua untuk menyelamatkan generasi muda di Maros ini," ungkapnya.