45 Perempuan Disabilitas Belajar Membatik Lewat Program Tabung Karya GMTD
Tim SINDOmakassar
Senin, 28 September 2026 - 20:33 WIB
Sebanyak 45 perempuan penyandang disabilitas mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan dan kreativitas melalui pelatihan batik jumputan yang digelar PT GMTD. Foto/IST
Sebanyak 45 perempuan penyandang disabilitas mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan dan kreativitas melalui pelatihan batik jumputan yang digelar PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 5.
Mengusung tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna”, kegiatan yang berlangsung di Madrid Hall, Akkarena, Makassar, Senin (28/9/2026), tersebut diikuti para ibu anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).
Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan teknik membatik, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi, mengekspresikan kreativitas, sekaligus mempelajari keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Para peserta mendapat materi dan praktik langsung dari Andi Tenri Uba dari Batik dan Tenun ISTI. Mereka diperkenalkan pada teknik dasar batik jumputan, mulai dari mengikat, melipat, dan menjumput kain hingga proses pewarnaan untuk menghasilkan motif yang unik dan beragam.
Peserta juga diberi kebebasan mengeksplorasi kombinasi warna dan pola sesuai kreativitas masing-masing. Dari proses tersebut, setiap kain menjadi karya personal yang merefleksikan keberanian berekspresi sekaligus pengalaman baru dalam berkarya.
Chief Operating Officer Lippoland Makassar dan Manado, Jemmy Andreas Persang, mengatakan program Tabung Karya merupakan bagian dari komitmen GMTD menghadirkan kegiatan CSR yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Bagi GMTD, CSR bukan sekadar tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui Tabung Karya Vol. 5, kami ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkreasi, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Jemmy.
Mengusung tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna”, kegiatan yang berlangsung di Madrid Hall, Akkarena, Makassar, Senin (28/9/2026), tersebut diikuti para ibu anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).
Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan teknik membatik, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi, mengekspresikan kreativitas, sekaligus mempelajari keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Para peserta mendapat materi dan praktik langsung dari Andi Tenri Uba dari Batik dan Tenun ISTI. Mereka diperkenalkan pada teknik dasar batik jumputan, mulai dari mengikat, melipat, dan menjumput kain hingga proses pewarnaan untuk menghasilkan motif yang unik dan beragam.
Peserta juga diberi kebebasan mengeksplorasi kombinasi warna dan pola sesuai kreativitas masing-masing. Dari proses tersebut, setiap kain menjadi karya personal yang merefleksikan keberanian berekspresi sekaligus pengalaman baru dalam berkarya.
Chief Operating Officer Lippoland Makassar dan Manado, Jemmy Andreas Persang, mengatakan program Tabung Karya merupakan bagian dari komitmen GMTD menghadirkan kegiatan CSR yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Bagi GMTD, CSR bukan sekadar tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui Tabung Karya Vol. 5, kami ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkreasi, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Jemmy.