Akses Air Bersih Diperkuat, PLN Siapkan Sumur Bor dan Tandon di Kaluku Bodoa
Tri Yari Kurniawan
Rabu, 30 September 2026 - 12:47 WIB
PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendukung penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air yang menjangkau masyarakat di 51 RT di Kaluku Bodoa, Makassar. Foto/Istimewa
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, terutama saat musim kemarau. Untuk memperkuat akses sekaligus kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendukung penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air yang menjangkau masyarakat di 51 RT.
Dukungan tersebut mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses air. Di RW 02, RW 03, dan RW 04, sumur bor dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.
Sementara di kawasan pesisir RW 05, keberadaan tandon air membantu menjaga ketersediaan air melalui suplai berkala yang dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Ketua Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa, Hanna, mengatakan keberadaan sarana air bersih tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya ketika memasuki musim kemarau.
“Alhamdulillah, yang dulunya warga di RW 02, 03, dan 04 susah mendapatkan air, sekarang sudah tidak lagi. Adanya sumur bor sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi,” ujar Hanna.
Menurut dia, kondisi serupa juga dirasakan masyarakat di kawasan pesisir RW 05. Selain tersedia tandon air, suplai dari BPBD turut membantu menjaga ketersediaan air bagi warga.
“Di daerah pesisir RW 05, sudah ada penampungan air atau tandon yang mendapat bantuan suplai air dari BPBD. Setelah sebelumnya dilakukan bedah sumur, sekarang suplai air juga sudah lancar sehingga kekeringan tidak terlalu terasa,” katanya.
Dukungan tersebut mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses air. Di RW 02, RW 03, dan RW 04, sumur bor dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.
Sementara di kawasan pesisir RW 05, keberadaan tandon air membantu menjaga ketersediaan air melalui suplai berkala yang dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Ketua Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa, Hanna, mengatakan keberadaan sarana air bersih tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya ketika memasuki musim kemarau.
“Alhamdulillah, yang dulunya warga di RW 02, 03, dan 04 susah mendapatkan air, sekarang sudah tidak lagi. Adanya sumur bor sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi,” ujar Hanna.
Menurut dia, kondisi serupa juga dirasakan masyarakat di kawasan pesisir RW 05. Selain tersedia tandon air, suplai dari BPBD turut membantu menjaga ketersediaan air bagi warga.
“Di daerah pesisir RW 05, sudah ada penampungan air atau tandon yang mendapat bantuan suplai air dari BPBD. Setelah sebelumnya dilakukan bedah sumur, sekarang suplai air juga sudah lancar sehingga kekeringan tidak terlalu terasa,” katanya.