Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
Tim SINDOmakassar
Kamis, 01 Oktober 2026 - 17:14 WIB
Mantan Dekan FIKK UNM Prof Hasmyati M Kes. Foto: Istimewa
Pengalaman dalam kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) sebelumnya tidak membuat Prof Hasmyati memutus hubungan dengan para kolega di lingkungan kampus. Sebaliknya, silaturahmi dengan sejumlah anggota Senat yang pernah memberikan dukungan kepadanya tetap terjaga hingga saat ini.
Mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) ini diketahui pernah mengikuti proses Pilrek UNM pada periode 2024. Dalam proses tersebut, pemungutan suara tahap pertama Prof Hasmyati mengantongi 51 suara senat dari total 64 unggul telak dari pesaingnya.
Meski di putaran kedua, Prof Hasmyati belum berhasil menag karena suara Kementerian bulat ke salah satu calon dan dirinya masih mengantongi 44 suara senat yang saat ini komunikasinya tetap berjalan.
Bagi Prof Hasmyati, dinamika dalam pemilihan rektor merupakan bagian dari proses akademik yang harus dijalani secara dewasa. Dukungan dalam sebuah kontestasi tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus hubungan silaturahmi ketika proses tersebut telah selesai.
“Silaturahmi tetap kita jaga. Bagi saya, hubungan baik dengan teman-teman di UNM jauh lebih penting. Pilrek adalah proses, tetapi persaudaraan dan hubungan baik harus tetap dijaga,” ujar Prof Hasmyati.
Menurutnya, pengalaman mengikuti Pilrek sebelumnya justru memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana membangun komunikasi dengan berbagai unsur di lingkungan universitas.
Ia menilai UNM memiliki banyak figur dengan latar belakang, pandangan, dan pilihan yang beragam. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika perguruan tinggi yang harus ditempatkan dalam suasana akademik yang sehat.
Mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) ini diketahui pernah mengikuti proses Pilrek UNM pada periode 2024. Dalam proses tersebut, pemungutan suara tahap pertama Prof Hasmyati mengantongi 51 suara senat dari total 64 unggul telak dari pesaingnya.
Meski di putaran kedua, Prof Hasmyati belum berhasil menag karena suara Kementerian bulat ke salah satu calon dan dirinya masih mengantongi 44 suara senat yang saat ini komunikasinya tetap berjalan.
Bagi Prof Hasmyati, dinamika dalam pemilihan rektor merupakan bagian dari proses akademik yang harus dijalani secara dewasa. Dukungan dalam sebuah kontestasi tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus hubungan silaturahmi ketika proses tersebut telah selesai.
“Silaturahmi tetap kita jaga. Bagi saya, hubungan baik dengan teman-teman di UNM jauh lebih penting. Pilrek adalah proses, tetapi persaudaraan dan hubungan baik harus tetap dijaga,” ujar Prof Hasmyati.
Menurutnya, pengalaman mengikuti Pilrek sebelumnya justru memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana membangun komunikasi dengan berbagai unsur di lingkungan universitas.
Ia menilai UNM memiliki banyak figur dengan latar belakang, pandangan, dan pilihan yang beragam. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika perguruan tinggi yang harus ditempatkan dalam suasana akademik yang sehat.