Pertamina dan UPT Kebun Raya Pucak Eksplorasi Flora Lokal di Bone
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 02 Oktober 2026 - 14:14 WIB
Enam jenis flora ditemukan dalam eksplorasi tanaman yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama UPT Kebun Raya Pucak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Foto/IST
Enam jenis flora ditemukan dalam eksplorasi tanaman yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama UPT Kebun Raya Pucak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Temuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konservasi dan pengembangan koleksi flora lokal Sulawesi.
Eksplorasi yang berlangsung pada 8–9 September 2026 itu melibatkan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin. Kegiatan diarahkan untuk mengenali potensi flora lokal, mendokumentasikan keberadaannya, sekaligus mengidentifikasi tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai koleksi di Kebun Raya Pucak.
Dari tiga titik eksplorasi, tim menemukan enam jenis flora, yakni Clitoria ternatea atau bunga telang, Artocarpus elasticus atau tarro’, Artocarpus altilis atau baka’ (sukun), Premna serratifolia atau buas-buas, Aegle marmelos atau maja, serta Aleurites moluccanus atau kemiri.
Tanaman hasil eksplorasi kemudian dibawa ke UPT Kebun Raya Pucak untuk mendapatkan perawatan dan menjalani proses pengembangan koleksi. Tanaman yang memenuhi kriteria dan ketentuan konservasi akan diarahkan untuk dikembangkan dan dipelihara sebagai tanaman koleksi maupun nonkoleksi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan eksplorasi tersebut merupakan langkah konkret untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat kolaborasi dengan lembaga konservasi dan pengelola kawasan hutan.
“Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, kami ingin turut menjaga kekayaan flora lokal agar dapat terus dipelajari, dikonservasi, dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” ujar Lilik.
Menurut dia, kolaborasi dengan UPT Kebun Raya Pucak dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cenrana menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan eksplorasi tetap memperhatikan kondisi habitat dan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan.
Eksplorasi yang berlangsung pada 8–9 September 2026 itu melibatkan Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin. Kegiatan diarahkan untuk mengenali potensi flora lokal, mendokumentasikan keberadaannya, sekaligus mengidentifikasi tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai koleksi di Kebun Raya Pucak.
Dari tiga titik eksplorasi, tim menemukan enam jenis flora, yakni Clitoria ternatea atau bunga telang, Artocarpus elasticus atau tarro’, Artocarpus altilis atau baka’ (sukun), Premna serratifolia atau buas-buas, Aegle marmelos atau maja, serta Aleurites moluccanus atau kemiri.
Tanaman hasil eksplorasi kemudian dibawa ke UPT Kebun Raya Pucak untuk mendapatkan perawatan dan menjalani proses pengembangan koleksi. Tanaman yang memenuhi kriteria dan ketentuan konservasi akan diarahkan untuk dikembangkan dan dipelihara sebagai tanaman koleksi maupun nonkoleksi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan eksplorasi tersebut merupakan langkah konkret untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat kolaborasi dengan lembaga konservasi dan pengelola kawasan hutan.
“Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, kami ingin turut menjaga kekayaan flora lokal agar dapat terus dipelajari, dikonservasi, dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” ujar Lilik.
Menurut dia, kolaborasi dengan UPT Kebun Raya Pucak dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cenrana menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan eksplorasi tetap memperhatikan kondisi habitat dan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan.