home news

Keandalan Kelistrikan Sulbagsel Jadi Perhatian, PLN Kebut Proyek Transmisi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 08:06 WIB
Dewan Komisaris PT PLN (Persero) Jisman Parada Hutajulu (tengah) memberikan arahan dalam kunjungan kerja di Kantor UP2B Makassar, Senin (5/10/2026). Foto/Istimewa
Keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) menjadi perhatian Dewan Komisaris PT PLN (Persero). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional sistem, mengevaluasi potensi gangguan, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang menopang keandalan pasokan listrik di Sulawesi.

Dewan Komisaris PLN, Jisman Parada Hutajulu, melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Makassar, Senin (5/10). Dalam kunjungan tersebut, Jisman berdiskusi dengan jajaran manajemen PLN mengenai kondisi terkini sistem kelistrikan Sulbagsel, evaluasi pemadaman, kesiapan operasional, serta langkah penanganan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Diskusi tersebut melibatkan General Manager PLN UIP3B Sulawesi, General Manager PLN UIP Sulawesi, serta perwakilan PLN UID Sulselrabar. Pengoperasian sejumlah pembangkit yang berperan penting dalam menopang sistem Sulbagsel, termasuk PLTA Poso dan PLTU IPP Jeneponto, turut menjadi perhatian.

Jisman mengatakan, pengelolaan sistem kelistrikan harus dilakukan dengan mengedepankan mitigasi risiko, kesiapan operasional, dan koordinasi antarsatuan kerja PLN. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.

“Setelah berdiskusi dan berkoordinasi dengan rekan-rekan PLN Sulbagsel, kami ingin memastikan sistem kelistrikan Sulbagsel tetap andal, tidak memberikan dampak yang memberatkan masyarakat, serta setiap potensi risiko dapat dimitigasi dengan baik,” ujar Jisman.

Selain mengevaluasi kondisi sistem, Dewan Komisaris PLN juga menyoroti perkembangan sejumlah proyek infrastruktur ketenagalistrikan strategis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah percepatan pembangunan jaringan transmisi yang akan menghubungkan sistem kelistrikan Sulawesi bagian utara dan selatan.

Konektivitas antarsistem tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan fleksibilitas penyaluran tenaga listrik antarwilayah sekaligus memperkuat kemampuan sistem dalam menghadapi perubahan beban dan kebutuhan listrik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya