home news

RSUD Daya Bersiap Masuki Era Rujukan Berbasis Layanan Kompetensi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 10:22 WIB
Direktur RSUD Makassar, dr. A. Any Muliany, saat ditemui di ruangannya, Selasa (6/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar telah melakukan berbagai persiapan matang dalam rangka menyambut kebijakan baru sistem rujukan berbasis layanan kompetensi serta penerapan kelas rawat inap standar (KRIS).

Direktur RSUD Makassar, dr. A. Any Muliany, mengungkapkan bahwa persiapan tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan serta koordinasi intensif bersama Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan.

"Verifikasi dan validasi sudah dilakukan bahkan dari tahun lalu. Terakhir, kami lakukan itu sekitar dua bulan lalu, yang diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan langsung bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Yang kami lakukan banyak untuk memenuhi persyaratan yang diatur dalam Permenkes terkait dengan kelas rawat inap standar dan layanan kompetensi," ungkapnya, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyesuaikan ruangan berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) serta telah merampungkan seluruh persiapan dari total 12 indikator KRIS.

"Untuk layanan kompetensi, kan diatur nanti, misalnya untuk layanan jantung, kompetensi dasar itu alatnya apa saja dan dokternya apa saja, dan semuanya ada 24 layanan yang harus kami siapkan menyesuaikan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Untuk saat ini, dari 24 layanan yang ditetapkan itu, semuanya kami sudah memenuhi standar mulai dari dasar sampai dengan madya," jelasnya.

Dari total 107 tempat tidur rawat inap yang ada, kata dia, RSUD Daya telah menyiapkan kapasitas sebanyak 145 tempat tidur untuk menyesuaikan standar KRIS.

"Total tempat tidur rawat inap itu 107. Tetapi untuk standar KRIS, yang kami siapkan untuk standar KRIS itu ada 145 bed (kasur) untuk rawat inap dan yang telah memenuhi standar KRIS sejumlah 125, jadi sekitar 86% dari total tempat tidur yang dihitung sebagai tempat tidur rawat inap. Kami sudah memenuhi 86% dari total bed 145. Alhamdulillah, persiapan itu sudah setahunan dilakukan," kata dr. Any.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya