Penerbangan Kuala Lumpur-Madinah Dibatalkan, 53 Jemaah Umrah Terdampak
Najmi S Limonu
Senin, 12 Oktober 2026 - 16:42 WIB
Salah seorang jemaah umrah yang terdampak pembatalan penerbangan ke Madinah. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Sebanyak 53 calon jemaah umrah yang berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar terdampak pembatalan penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Madinah, Senin (12/10/2026).
Pembatalan penerbangan Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Madinah dengan nomor penerbangan MH158 tersebut berkaitan dengan situasi keamanan menyusul peristiwa di Bandara King Khalid, Riyadh.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Mahesa Nusantara Citra, mengatakan penerbangan Malaysia Airlines nomor MH846 dari Makassar menuju Kuala Lumpur tetap beroperasi sesuai jadwal.
"Total penumpangnya 83 orang. Dari jumlah itu, 53 merupakan jemaah umrah yang penerbangan lanjutannya dibatalkan, sedangkan 30 lainnya penumpang reguler menuju Kuala Lumpur," kata Mahesa.
Ia menjelaskan, penanganan jemaah yang terdampak, termasuk pengaturan ulang jadwal keberangkatan, menjadi kewenangan pihak maskapai bersama agen perjalanan umrah yang menangani rombongan tersebut.
Sebanyak 53 jemaah itu berangkat melalui agen perjalanan PT Mudah Menuju Baitullah (MMB).
Pihak bandara masih menunggu perkembangan situasi keamanan untuk memastikan jadwal penerbangan umrah berikutnya dari Makassar menuju Arab Saudi.
Pembatalan penerbangan Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Madinah dengan nomor penerbangan MH158 tersebut berkaitan dengan situasi keamanan menyusul peristiwa di Bandara King Khalid, Riyadh.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Mahesa Nusantara Citra, mengatakan penerbangan Malaysia Airlines nomor MH846 dari Makassar menuju Kuala Lumpur tetap beroperasi sesuai jadwal.
"Total penumpangnya 83 orang. Dari jumlah itu, 53 merupakan jemaah umrah yang penerbangan lanjutannya dibatalkan, sedangkan 30 lainnya penumpang reguler menuju Kuala Lumpur," kata Mahesa.
Ia menjelaskan, penanganan jemaah yang terdampak, termasuk pengaturan ulang jadwal keberangkatan, menjadi kewenangan pihak maskapai bersama agen perjalanan umrah yang menangani rombongan tersebut.
Sebanyak 53 jemaah itu berangkat melalui agen perjalanan PT Mudah Menuju Baitullah (MMB).
Pihak bandara masih menunggu perkembangan situasi keamanan untuk memastikan jadwal penerbangan umrah berikutnya dari Makassar menuju Arab Saudi.