home news

Idrus Marham Pertanyakan Objektivitas Survei Celios dalam Menilai Kinerja Menteri Bahlil

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:44 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. Foto: Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengkritik hasil evaluasi kinerja kabinet yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan.

Ia mempertanyakan objektivitas penilaian yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai salah satu menteri dengan penilaian kinerja terburuk.

Menurut Idrus, survei publik merupakan instrumen penting dalam demokrasi untuk mengukur persepsi, kepuasan, dan keprihatinan masyarakat. Namun, penggunaannya harus disertai metodologi yang jelas, integritas, serta analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam era demokrasi hari ini, survei publik memang populer, apalagi kalau kesimpulan surveinya ngeri-ngeri sedap. Secara umum, survei memang lazim menjadi instrumen demokrasi yang bisa menjadi cermin suara publik,” kata Idrus.

Ia mengingatkan, survei tidak boleh kehilangan fungsi utamanya sebagai alat evaluasi dan justru berubah menjadi sarana pembentukan opini yang menyesatkan.

“Namun, instrumen yang mulia ini tentu memiliki kaidah-kaidah yang ketat, menuntut integritas metodologis dan kejujuran analisis, sehingga survei tidak bablas menjadi senjata opini yang menyesatkan,” ujarnya

Menurut idrus, ketika angka bersebrangan dengan nalar dan fakta adalah hal yg misterius. Angka di Atas Nalar dan bertentangan dengan fakta, adalah Sebuah Kesesatan Rasionalitas dan Pengkhianatan Realitas, tegas Idrus.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya