7 Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Batal Akibat Karhutla
Najmi S Limonu
Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:34 WIB
Kondisi di area check-in Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (13/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Sebanyak tujuh penerbangan tercatat batal pada Selasa (13/10/2026), dengan total 1.070 penumpang terdampak.
Pembatalan tersebut melibatkan tiga maskapai, yakni Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air. Rute yang terdampak meliputi Makassar–Sorong, Makassar–Ambon, Makassar–Ternate, dan Makassar–Mamuju.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait.
"Kita terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Manajemen bandara juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca sebagai dasar pemantauan operasional.
Bagi penumpang yang terdampak, pihak bandara berkoordinasi dengan maskapai untuk mendukung penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut mencakup pengembalian dana tiket (refund), penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), serta penyediaan area istirahat.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Citra Mahesa Nusantara, mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing.
Pembatalan tersebut melibatkan tiga maskapai, yakni Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air. Rute yang terdampak meliputi Makassar–Sorong, Makassar–Ambon, Makassar–Ternate, dan Makassar–Mamuju.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait.
"Kita terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan mendukung kelancaran operasional penerbangan,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Manajemen bandara juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca sebagai dasar pemantauan operasional.
Bagi penumpang yang terdampak, pihak bandara berkoordinasi dengan maskapai untuk mendukung penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut mencakup pengembalian dana tiket (refund), penjadwalan ulang penerbangan (reschedule), serta penyediaan area istirahat.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Citra Mahesa Nusantara, mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing.