Asmo Sulsel Hadirkan Service Point Honda Sekaligus Ruang Praktik Siswa
Tri Yari Kurniawan
Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:01 WIB
Asmo Sulsel memperkuat kolaborasi dunia pendidikan dan industri otomotif melalui peresmian Service Point Astra Motor School di SMK Muhammadiyah 4 Tallo, Makassar, Selasa (13/10/2026). Foto/IST
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperkuat kolaborasi dunia pendidikan dan industri otomotif melalui peresmian Service Point Astra Motor School di SMK Muhammadiyah 4 Tallo, Makassar, Selasa (13/10/2026). Fasilitas ini tidak hanya melayani perawatan sepeda motor Honda bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang praktik bagi siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) untuk mengasah keterampilan sesuai standar industri.
Kehadiran Service Point tersebut merupakan bagian dari pengembangan program Astra Motor School yang sebelumnya telah diresmikan di SMKN 1 Rangas, Sulawesi Barat. Melalui program ini, Asmo Sulsel berupaya mendekatkan proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor otomotif.
Di fasilitas tersebut, siswa berkesempatan memperoleh pengalaman praktik perawatan sepeda motor Honda dengan pendampingan tenaga profesional. Untuk memastikan kualitas layanan, operasional Service Point SMK Muhammadiyah 4 Tallo akan didampingi AHASS Astra Motor Alauddin.
Pendampingan itu mencakup proses perawatan sepeda motor serta pengawasan kualitas hasil servis agar sesuai dengan standar yang ditetapkan Honda. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni menyediakan layanan perawatan bagi konsumen sekaligus mendukung peningkatan kompetensi siswa melalui praktik langsung.
Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno, mengatakan, keberadaan Service Point menjadi salah satu upaya perusahaan untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif.
“Melalui Service Point Astra Motor School, kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus memahami pentingnya kualitas dalam setiap proses servis. Dengan pendampingan dari AHASS Astra Motor Alauddin, kami berharap siswa dapat belajar menerapkan standar perawatan sepeda motor Honda dengan baik, sehingga ke depannya mereka lebih siap menghadapi kebutuhan industri otomotif,” ujar Anton.
Menurut dia, keterlibatan tenaga profesional dalam proses pembelajaran diharapkan membantu siswa memahami prosedur perawatan sepeda motor secara tepat dan konsisten. Pengalaman tersebut juga menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi tuntutan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Kehadiran Service Point tersebut merupakan bagian dari pengembangan program Astra Motor School yang sebelumnya telah diresmikan di SMKN 1 Rangas, Sulawesi Barat. Melalui program ini, Asmo Sulsel berupaya mendekatkan proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor otomotif.
Di fasilitas tersebut, siswa berkesempatan memperoleh pengalaman praktik perawatan sepeda motor Honda dengan pendampingan tenaga profesional. Untuk memastikan kualitas layanan, operasional Service Point SMK Muhammadiyah 4 Tallo akan didampingi AHASS Astra Motor Alauddin.
Pendampingan itu mencakup proses perawatan sepeda motor serta pengawasan kualitas hasil servis agar sesuai dengan standar yang ditetapkan Honda. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni menyediakan layanan perawatan bagi konsumen sekaligus mendukung peningkatan kompetensi siswa melalui praktik langsung.
Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno, mengatakan, keberadaan Service Point menjadi salah satu upaya perusahaan untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif.
“Melalui Service Point Astra Motor School, kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus memahami pentingnya kualitas dalam setiap proses servis. Dengan pendampingan dari AHASS Astra Motor Alauddin, kami berharap siswa dapat belajar menerapkan standar perawatan sepeda motor Honda dengan baik, sehingga ke depannya mereka lebih siap menghadapi kebutuhan industri otomotif,” ujar Anton.
Menurut dia, keterlibatan tenaga profesional dalam proses pembelajaran diharapkan membantu siswa memahami prosedur perawatan sepeda motor secara tepat dan konsisten. Pengalaman tersebut juga menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi tuntutan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.