Wali Kota Antisipasi Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan Warga
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 18:33 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di kantor BMKG Kelas I di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (16/10/2026). Foto: Istimewa
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memantau perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir dengan mendatangi kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara, sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
Kedatangan Munafri disambut Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto. Dalam kunjungan itu, Munafri memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor dan menggali informasi mengenai perkembangan kabut asap serta potensi perubahan cuaca di Makassar.
"Langkah ini, kita lakukan untuk memastikan Pemerintah Kota Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan respons terhadap penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Appi.
Wali Kota mengatakan, pemantauan bersama BMKG penting untuk mengetahui kondisi cuaca terkini sebagai dasar menentukan langkah penanganan.
"Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara, kita butuh solusi," katanya.
Berdasarkan penjelasan BMKG, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, pemerintah kota tetap akan memantau perkembangannya karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara, sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
Kedatangan Munafri disambut Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto. Dalam kunjungan itu, Munafri memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor dan menggali informasi mengenai perkembangan kabut asap serta potensi perubahan cuaca di Makassar.
"Langkah ini, kita lakukan untuk memastikan Pemerintah Kota Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan respons terhadap penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Appi.
Wali Kota mengatakan, pemantauan bersama BMKG penting untuk mengetahui kondisi cuaca terkini sebagai dasar menentukan langkah penanganan.
"Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara, kita butuh solusi," katanya.
Berdasarkan penjelasan BMKG, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, pemerintah kota tetap akan memantau perkembangannya karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat.