Hasil Uji Laboratorium: Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi
Tim SINDOmakassar
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:08 WIB
Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel gabah dari lahan percontohan di Towuti menunjukkan padi yang dipanen memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Foto/Istimewa
Kekhawatiran petani di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, terhadap dampak tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO) mulai terjawab. Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel gabah dari lahan percontohan (demplot) menunjukkan padi yang dipanen memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.
Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya PT Vale Indonesia Tbk memulihkan lahan pertanian yang terdampak insiden kebocoran pipa minyak. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah lembaga ahli dan instansi pemerintah untuk memastikan lahan pertanian dapat kembali produktif serta hasil panennya memenuhi standar keamanan pangan.
Pengujian dilakukan dengan melibatkan IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur. Proses ini menggunakan pendekatan ilmiah untuk menganalisis dampak insiden terhadap tanaman pangan.
Pengujian hasil panen tersebut merupakan bagian dari rangkaian remediasi yang dijalankan Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan berkomitmen menjalankan operasional pertambangan secara bertanggung jawab, termasuk menangani risiko yang muncul akibat insiden operasional.
“Selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi,” kata Yusri.
Menurut dia, pengujian ilmiah tersebut menjadi salah satu langkah untuk memastikan kegiatan pertanian dan mata pencaharian masyarakat di Kecamatan Towuti dapat kembali berjalan normal.
Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya PT Vale Indonesia Tbk memulihkan lahan pertanian yang terdampak insiden kebocoran pipa minyak. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah lembaga ahli dan instansi pemerintah untuk memastikan lahan pertanian dapat kembali produktif serta hasil panennya memenuhi standar keamanan pangan.
Pengujian dilakukan dengan melibatkan IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur. Proses ini menggunakan pendekatan ilmiah untuk menganalisis dampak insiden terhadap tanaman pangan.
Pengujian hasil panen tersebut merupakan bagian dari rangkaian remediasi yang dijalankan Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan berkomitmen menjalankan operasional pertambangan secara bertanggung jawab, termasuk menangani risiko yang muncul akibat insiden operasional.
“Selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi,” kata Yusri.
Menurut dia, pengujian ilmiah tersebut menjadi salah satu langkah untuk memastikan kegiatan pertanian dan mata pencaharian masyarakat di Kecamatan Towuti dapat kembali berjalan normal.