Aksi Mangrove Lestari Antar KALLA Raih Penghargaan Platinum InTechSEA 2026
Tri Yari Kurniawan
Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:49 WIB
Mewakili manajemen KALLA, Ali Imran selaku CSR & HSE Senior Analyst menerima penghargaan Platinum InTechSEA 2026 kategori Bidang Keanekaragaman Hayati di Kampus Unhas, beberapa waktu lalu. Foto/IST
Upaya memulihkan ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat mengantarkan KALLA meraih penghargaan Platinum pada ajang Innovation Technology for Social & Environmental Awards (InTechSEA) 2026. Penghargaan dari Universitas Hasanuddin tersebut diberikan untuk kategori Keanekaragaman Hayati melalui program Aksi Mangrove Lestari di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Penghargaan itu diumumkan dalam malam penganugerahan InTechSEA Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta, belum lama ini. Ajang ini mengapresiasi inovasi dan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan ekonomi inklusif hingga pengelolaan sampah, transformasi energi, serta keberlanjutan lingkungan.
Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan menjaga ekosistem pesisir melalui konservasi keanekaragaman hayati.
Menurut dia, Aksi Mangrove Lestari tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim serta menciptakan manfaat sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.
"Aksi Mangrove Lestari tidak hanya diarahkan untuk memulihkan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Ke depan, kami berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dalam menjaga ekosistem pesisir, memperkuat peran masyarakat dalam konservasi lingkungan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Program Aksi Mangrove Lestari berlokasi di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep. Kawasan yang menjadi sasaran program ini mencakup area penanaman seluas 24 hektare dengan bentang wilayah mencapai 6,5 kilometer. Hingga kini, penanaman mangrove telah terealisasi di area seluas 13,5 hektare.
Pelaksanaannya mengintegrasikan tiga pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pada aspek lingkungan, program ini diarahkan untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan populasi biota laut, termasuk kepiting bakau, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan.
Penghargaan itu diumumkan dalam malam penganugerahan InTechSEA Awards 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta, belum lama ini. Ajang ini mengapresiasi inovasi dan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan ekonomi inklusif hingga pengelolaan sampah, transformasi energi, serta keberlanjutan lingkungan.
Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan menjaga ekosistem pesisir melalui konservasi keanekaragaman hayati.
Menurut dia, Aksi Mangrove Lestari tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim serta menciptakan manfaat sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.
"Aksi Mangrove Lestari tidak hanya diarahkan untuk memulihkan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Ke depan, kami berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dalam menjaga ekosistem pesisir, memperkuat peran masyarakat dalam konservasi lingkungan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Program Aksi Mangrove Lestari berlokasi di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep. Kawasan yang menjadi sasaran program ini mencakup area penanaman seluas 24 hektare dengan bentang wilayah mencapai 6,5 kilometer. Hingga kini, penanaman mangrove telah terealisasi di area seluas 13,5 hektare.
Pelaksanaannya mengintegrasikan tiga pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pada aspek lingkungan, program ini diarahkan untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan populasi biota laut, termasuk kepiting bakau, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan.