Pertamina Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak, Cegah Karhutla & Kembangkan Auksin Alami
Tim SINDOmakassar
Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:01 WIB
Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin memperkuat upaya pelestarian Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, melalui edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Foto/Istimewa
Menjaga kawasan konservasi tak cukup hanya dengan merawat tanaman, tetapi juga membutuhkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran dan keterlibatan masyarakat. Melalui program Hutan Pertamina, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin memperkuat upaya pelestarian Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melalui edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengembangan auksin alami berbahan bawang merah.
Kegiatan itu melibatkan Manggala Agni Daops I Sulawesi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, pengelola Kebun Raya Pucak, dan masyarakat Desa Tompobulu. Sebanyak 15 pengelola UPT Kebun Raya Pucak dan 16 perwakilan masyarakat mengikuti edukasi serta praktik pencegahan karhutla, mulai dari deteksi dini hingga langkah awal merespons potensi kebakaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perlindungan kawasan konservasi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, tenaga teknis, dan masyarakat.
“Melalui program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak, kami ingin mendukung upaya pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya. Pencegahan karhutla menjadi langkah penting untuk melindungi keanekaragaman hayati, sementara pengembangan auksin alami membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih produktif,” ujar Lilik.
Dalam kegiatan tersebut, Manggala Agni Daops I Sulawesi memberikan pemahaman mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, serta pentingnya respons cepat ketika ditemukan indikasi karhutla. Sudarwanto dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah I Makassar/Manggala Agni Daops I Sulawesi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan warga menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Pencegahan merupakan langkah paling penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat memiliki peran yang sangat strategis karena berada di sekitar kawasan. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih awal sehingga dampaknya dapat diminimalkan,” ungkap Sudarwanto.
Selain pencegahan karhutla, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami, yakni zat pengatur tumbuh (ZPT) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan dan perbanyakan tanaman. Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif dalam pemeliharaan koleksi tanaman Kebun Raya Pucak sekaligus menambah pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya lokal untuk kegiatan budidaya.
Kegiatan itu melibatkan Manggala Agni Daops I Sulawesi, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, pengelola Kebun Raya Pucak, dan masyarakat Desa Tompobulu. Sebanyak 15 pengelola UPT Kebun Raya Pucak dan 16 perwakilan masyarakat mengikuti edukasi serta praktik pencegahan karhutla, mulai dari deteksi dini hingga langkah awal merespons potensi kebakaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perlindungan kawasan konservasi membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, tenaga teknis, dan masyarakat.
“Melalui program Hutan Pertamina di Kebun Raya Pucak, kami ingin mendukung upaya pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi kawasan dan masyarakat sekitarnya. Pencegahan karhutla menjadi langkah penting untuk melindungi keanekaragaman hayati, sementara pengembangan auksin alami membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih produktif,” ujar Lilik.
Dalam kegiatan tersebut, Manggala Agni Daops I Sulawesi memberikan pemahaman mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, serta pentingnya respons cepat ketika ditemukan indikasi karhutla. Sudarwanto dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, Seksi Wilayah I Makassar/Manggala Agni Daops I Sulawesi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan warga menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Pencegahan merupakan langkah paling penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat memiliki peran yang sangat strategis karena berada di sekitar kawasan. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani lebih awal sehingga dampaknya dapat diminimalkan,” ungkap Sudarwanto.
Selain pencegahan karhutla, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bawang merah sebagai bahan dasar auksin alami, yakni zat pengatur tumbuh (ZPT) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan dan perbanyakan tanaman. Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif dalam pemeliharaan koleksi tanaman Kebun Raya Pucak sekaligus menambah pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya lokal untuk kegiatan budidaya.