home news

Hadir di FSIKP UMI, Akademisi Malaysia: AI Bisa Menghasilkan Bahasa, tetapi Belum Tentu Kebijaksanaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:15 WIB
Akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Assoc, Prof Mohd Azmir bin Mohd Nizah, mengajak mahasiswa Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia.
Akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Assoc, Prof Mohd Azmir bin Mohd Nizah, mengajak mahasiswa Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk lebih kritis dan bijaksana dalam menggunakan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Seminar Internasional yang menjadi rangkaian Peringatan Bulan Bahasa 2026 FSIKP UMI, Senin (19/10/2026), di Kampus UMI Makassar.

Mengangkat tema “Menggali Esensi Bahasa, Sastra, dan Budaya di Tengah Arus Percepatan Digital dan Krisis Refleksi”, Mohd Azmir menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mempercepat penyebaran informasi, tetapi belum tentu meningkatkan kemampuan manusia dalam memahami makna dengan moderator wakil dekan 3 FSIKP UMI, Muhammad Idris.

"Kita tidak kekurangan maklumat. Kita mungkin kekurangan ruang untuk berfikir," demikian pesan yang ditampilkan dalam materinya.

Di hadapan mahasiswa FSIKP UMI, ia menguraikan bagaimana media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah cara generasi muda menggunakan bahasa, mengekspresikan emosi, dan membangun identitas sosial.

Menurut pemaparannya, perubahan bahasa di ruang digital tidak cukup dipandang sebagai persoalan benar atau salah dalam berbahasa, tetapi juga perlu dipahami sebagai cerminan perubahan perilaku dan budaya masyarakat.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis di tengah kemudahan teknologi AI dalam menghasilkan tulisan, menerjemahkan bahasa, dan menyajikan informasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya