1.215 Pelajar Adu Inovasi, AHM Best Student 2026 Lahirkan Solusi Berkelanjutan
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:27 WIB
Sebanyak 1.215 pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia menuangkan gagasan dan kreativitas mereka dalam Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026. Foto/Istimewa
Berawal dari kepedulian terhadap persoalan di sekitar, pelajar Indonesia membuktikan bahwa inovasi tidak harus menunggu hingga bangku kuliah. Sebanyak 1.215 pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia menuangkan gagasan dan kreativitas mereka dalam Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026 untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat dan lingkungan.
Mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya”, kompetisi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) ini mendorong generasi muda menghasilkan karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Setelah melalui seleksi regional, sebanyak 27 finalis terbaik melaju ke tingkat nasional untuk mempresentasikan gagasan mereka.
Para finalis memaparkan karya di hadapan dewan juri nasional yang terdiri atas perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta PM School of Management. Rangkaian kompetisi mencapai puncaknya melalui Webinar Inspiratif dan malam penghargaan pada 21 Oktober 2026.
Yazid Alfata dari SMA Fatih Bilingual School, Aceh, meraih predikat Gold atau juara utama melalui inovasi LeraWash. Ia mengembangkan biodeterjen berbahan alami lerak dan daun waru yang dikemas dalam bioplastic pods berbahan rumput laut yang dapat terurai secara hayati. Inovasi ini menawarkan alternatif deterjen sintetis untuk membantu mengurangi potensi pencemaran perairan.
Gagasan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap pencemaran air akibat penggunaan deterjen sintetis. LeraWash kemudian dikembangkan sebagai produk yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui karya ini, Yazid menunjukkan bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang aplikatif.
Penghargaan Silver diraih Fajrin Al Majid dari SMAN Sumatera Selatan melalui Smart Pest Control. Sistem pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk membantu petani mengendalikan hama secara lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Muhammad Hatan Fahlady dari SMAN 3 Yogyakarta meraih Bronze melalui KALARESIK. Karya tersebut mengolah limbah ban dan tekstil menjadi produk bernilai ekonomi, seperti dompet dan tas, sekaligus membuka peluang usaha bagi pengrajin lokal. Ketiga inovasi pemenang memperlihatkan beragam pendekatan pelajar dalam menjawab persoalan lingkungan, pertanian, dan ekonomi.
Mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya”, kompetisi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) ini mendorong generasi muda menghasilkan karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Setelah melalui seleksi regional, sebanyak 27 finalis terbaik melaju ke tingkat nasional untuk mempresentasikan gagasan mereka.
Para finalis memaparkan karya di hadapan dewan juri nasional yang terdiri atas perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta PM School of Management. Rangkaian kompetisi mencapai puncaknya melalui Webinar Inspiratif dan malam penghargaan pada 21 Oktober 2026.
Yazid Alfata dari SMA Fatih Bilingual School, Aceh, meraih predikat Gold atau juara utama melalui inovasi LeraWash. Ia mengembangkan biodeterjen berbahan alami lerak dan daun waru yang dikemas dalam bioplastic pods berbahan rumput laut yang dapat terurai secara hayati. Inovasi ini menawarkan alternatif deterjen sintetis untuk membantu mengurangi potensi pencemaran perairan.
Gagasan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap pencemaran air akibat penggunaan deterjen sintetis. LeraWash kemudian dikembangkan sebagai produk yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui karya ini, Yazid menunjukkan bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang aplikatif.
Penghargaan Silver diraih Fajrin Al Majid dari SMAN Sumatera Selatan melalui Smart Pest Control. Sistem pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk membantu petani mengendalikan hama secara lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, Muhammad Hatan Fahlady dari SMAN 3 Yogyakarta meraih Bronze melalui KALARESIK. Karya tersebut mengolah limbah ban dan tekstil menjadi produk bernilai ekonomi, seperti dompet dan tas, sekaligus membuka peluang usaha bagi pengrajin lokal. Ketiga inovasi pemenang memperlihatkan beragam pendekatan pelajar dalam menjawab persoalan lingkungan, pertanian, dan ekonomi.