home news

Gandeng Rappo, Mal Ratu Indah Sulap Limbah Tutup Botol Plastik Menjadi Furnitur

Jum'at, 23 Oktober 2026 - 23:55 WIB
Limbah tutup botol plastik dari tenant makanan dan minuman di Mal Ratu Indah, Makassar, akan diolah menjadi furnitur yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Foto/Istimewa
Limbah tutup botol plastik dari tenant makanan dan minuman di Mal Ratu Indah, Makassar, akan diolah menjadi furnitur yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Inisiatif Kalla Property melalui kolaborasi Mal Ratu Indah dengan Rappo Indonesia ini menjadi upaya mendorong pengelolaan sampah sekaligus memperluas penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pusat perbelanjaan.

Program yang dimulai pada September 2026 tersebut memanfaatkan tutup botol plastik dari tenant food and beverage (FnB) SAO Eating Point. Material yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah itu dikumpulkan untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Pada tahap awal, Mal Ratu Indah telah mengumpulkan dan mengangkut 10 kilogram tutup botol plastik. Pengangkutan berikutnya akan dilakukan setelah jumlah limbah yang terkumpul kembali mencapai minimal 10 kilogram.

Seluruh material yang terkumpul akan diserahkan kepada Rappo Indonesia untuk diolah menjadi furnitur yang nantinya ditempatkan di area tenant SAO Eating Point. Dengan demikian, limbah plastik yang dihasilkan dari aktivitas usaha dapat kembali dimanfaatkan sebagai bagian dari fasilitas bagi pengunjung.

Marketing & Communication Manager Kalla Property, Datu Primadona Husain, mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah perusahaan untuk mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam pengelolaan unit bisnisnya.

“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang mengurangi jumlah sampah, tetapi juga bagaimana melihat potensi dari material yang selama ini dianggap tidak lagi memiliki nilai guna. Melalui kolaborasi dengan Rappo Indonesia, kami ingin mendorong agar limbah plastik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memberikan pengalaman positif bagi pengunjung. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan,” ujar Datu Primadona Husain.

Rappo Indonesia merupakan usaha sosial yang bergerak di bidang ekonomi sirkular dan fesyen ramah lingkungan. Usaha ini mengolah berbagai jenis sampah plastik sekali pakai, termasuk kantong plastik serta material HDPE dan LDPE, menjadi produk bernilai guna.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya