PT ISMA Perkuat Mutu Layanan, Keselamatan Kerja, dan Integritas melalui Audit ISO
Tim SINDOmakassar
Senin, 26 Oktober 2026 - 10:27 WIB
Menjaga mutu layanan, memastikan keselamatan kerja, dan memperkuat integritas menjadi bagian penting dari upaya PT Intan Sejahtera Utama (PT ISMA) meningkatkan profesionalisme perusahaan. Foto/Istimew
Menjaga mutu layanan, memastikan keselamatan kerja, dan memperkuat integritas menjadi bagian penting dari upaya PT Intan Sejahtera Utama (PT ISMA) meningkatkan profesionalisme perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui surveillance audit ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018, serta pembaruan sistem manajemen antipenyuapan yang mengacu pada ISO 37001:2025.
Pelaksanaan audit dan pembaruan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memastikan standar manajemen diterapkan secara konsisten, meningkatkan efektivitas proses bisnis, serta memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Direktur Utama PT ISMA Muhammad Irfan mengatakan, penerapan standar ISO bukan sekadar pemenuhan persyaratan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengutamakan mutu, keselamatan, kepatuhan, dan integritas di seluruh lini perusahaan.
“Bagi PT ISMA, penerapan sistem manajemen bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan bagian dari komitmen untuk membangun budaya kerja yang mengedepankan mutu, keselamatan, kepatuhan, dan integritas. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses bisnis dilaksanakan secara konsisten, dengan pengelolaan risiko yang baik dan semangat perbaikan berkelanjutan,” ujar Muhammad Irfan.
Penerapan ISO 9001:2015 menjadi acuan perusahaan dalam menjaga kualitas proses dan layanan agar tetap efektif, konsisten, serta berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Sementara itu, ISO 45001:2018 digunakan untuk memperkuat pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mulai dari identifikasi bahaya dan pengendalian risiko hingga peningkatan kesadaran keselamatan di lingkungan kerja.
Di sisi lain, pembaruan sistem manajemen antipenyuapan yang mengacu pada ISO 37001:2025 diarahkan untuk memperkuat budaya integritas dan kepatuhan perusahaan. Langkah ini juga mendukung upaya pencegahan penyuapan, meningkatkan transparansi, serta memastikan aktivitas bisnis berjalan sesuai prinsip etika dan tata kelola yang baik.
Irfan menegaskan, efektivitas penerapan sistem manajemen membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pekerja. Setiap insan perusahaan diharapkan memahami tanggung jawabnya, mematuhi prosedur, mengutamakan keselamatan, dan menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.
Pelaksanaan audit dan pembaruan sistem tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memastikan standar manajemen diterapkan secara konsisten, meningkatkan efektivitas proses bisnis, serta memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Direktur Utama PT ISMA Muhammad Irfan mengatakan, penerapan standar ISO bukan sekadar pemenuhan persyaratan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengutamakan mutu, keselamatan, kepatuhan, dan integritas di seluruh lini perusahaan.
“Bagi PT ISMA, penerapan sistem manajemen bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan bagian dari komitmen untuk membangun budaya kerja yang mengedepankan mutu, keselamatan, kepatuhan, dan integritas. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses bisnis dilaksanakan secara konsisten, dengan pengelolaan risiko yang baik dan semangat perbaikan berkelanjutan,” ujar Muhammad Irfan.
Penerapan ISO 9001:2015 menjadi acuan perusahaan dalam menjaga kualitas proses dan layanan agar tetap efektif, konsisten, serta berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Sementara itu, ISO 45001:2018 digunakan untuk memperkuat pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), mulai dari identifikasi bahaya dan pengendalian risiko hingga peningkatan kesadaran keselamatan di lingkungan kerja.
Di sisi lain, pembaruan sistem manajemen antipenyuapan yang mengacu pada ISO 37001:2025 diarahkan untuk memperkuat budaya integritas dan kepatuhan perusahaan. Langkah ini juga mendukung upaya pencegahan penyuapan, meningkatkan transparansi, serta memastikan aktivitas bisnis berjalan sesuai prinsip etika dan tata kelola yang baik.
Irfan menegaskan, efektivitas penerapan sistem manajemen membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pekerja. Setiap insan perusahaan diharapkan memahami tanggung jawabnya, mematuhi prosedur, mengutamakan keselamatan, dan menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.