home news

PT EPI Dorong Pelabuhan Ramah Lingkungan lewat Transformasi Energi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:57 WIB
Upaya mewujudkan Green Port didukung PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI) melalui pengembangan infrastruktur dan layanan kelistrikan, termasuk Onshore Power Supply (OPS). Foto/Istimewa
Transformasi energi menjadi salah satu langkah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo untuk mewujudkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Melalui penyediaan listrik dari darat bagi kapal dan elektrifikasi peralatan bongkar muat, Pelindo mendorong efisiensi operasional sekaligus menekan konsumsi bahan bakar fosil dan emisi di kawasan pelabuhan.

Upaya tersebut didukung PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI) melalui pengembangan infrastruktur dan layanan kelistrikan, termasuk Onshore Power Supply (OPS). Teknologi ini memungkinkan kapal yang bersandar menggunakan pasokan listrik dari darat tanpa harus terus mengoperasikan generator berbahan bakar fosil.

Komitmen tersebut dibahas dalam sesi panel bertajuk “Pelabuhan sebagai Penggerak Green Shipping Corridor Indonesia” di Shangri-La Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam forum itu, PT EPI berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan energi untuk mendukung operasional pelabuhan yang lebih efisien, bersih, dan andal.

Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan, mengatakan transformasi energi membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal dan sesuai dengan kebutuhan operasional pelabuhan maupun kapal.

“Pelindo terus mendorong penerapan Green Port sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan kepelabuhanan. Dalam hal ini, PT EPI berperan mendukung implementasinya melalui penyediaan solusi dan infrastruktur energi yang andal, termasuk OPS dan elektrifikasi peralatan operasional,” ujar Andriyuda.

Salah satu penerapan OPS dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. PT EPI telah menambahkan dua unit OPS dengan kapasitas terpasang masing-masing 500 kVA untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik kapal saat bersandar.

Dalam uji coba bersama kapal Sinar Pajajaran pada Juli 2026, penggunaan OPS mencatat penghematan sekitar 700 liter bahan bakar untuk setiap hari kapal bersandar. Implementasi tersebut juga berpotensi menghindari emisi sekitar 1,5 ton karbon dioksida (CO₂) per hari sandar serta menghasilkan efisiensi biaya energi lebih dari 40 persen dibandingkan penggunaan generator kapal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya