home news

Mencari Nasionalisme Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:14 WIB
Ute Nurul Akbar, Pegiat Wacana Sosial dan Humaniora. Foto: Istimewa
Oleh Ute Nurul Akbar

Pegiat Wacana Sosial dan Humaniora



ADA
hari-hari dalam kalender bangsa yang bukan sekadar peringatan masa lalu, melainkan cermin yang menampar kesadaran kita saat ini. Bulan Oktober mempersembahkan dua ikon penting: Sumpah Pemuda, lahir pada 1928 sebagai pernyataan politik dan budaya satu bangsa; dan Hari Santri, diperingati setiap 22 Oktober, lahir dari kesadaran bahwa keimanan dan tanah air tak terpisahkan.

Keduanya bukanlah peninggalan yang patut dipuja tanpa tanya, melainkan kerangka kerja yang terus diuji oleh realitas waktu dan zaman.

Nasionalisme Sumpah Pemuda: Persatuan yang Belum Sempurna

Sumpah Pemuda lahir sebagai respons terhadap fragmentasi sosial dan politik kolonial. Ia menegaskan satu bangsa, satu negara, dan satu bahasa persatuan — sebuah proyek politik yang radikal pada masanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya