home news

Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:27 WIB
Suasana rapat senat tertutup terkait tahapan penetapan bakal calon yang akan mengikuti kontestasi Pilrek UNM yang digelar di ruang senat, Rabu, (28/10/2026). Foto: Istimewa
Prof Dr Hj Hasmyati, M Kes, memaknai nomor urut enam dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 sebagai simbol keharmonisan, gotong royong, dan kepemimpinan yang merangkul seluruh unsur kampus.

Hal ini disampaikan Prof Hasmyati usai rapat senat tertutup terkait tahapan penetapan bakal calon yang akan mengikuti kontestasi Pilrek UNM yang digelar di ruang senat, Rabu, (28/10/2026).

Filosofi tersebut sejalan dengan semangat yang ingin dibangun Hasmyati dalam proses pemilihan rektor. Baginya, kontestasi kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperkuat kebersamaan, dan mencari jalan terbaik bagi kemajuan almamater.

“Enam adalah harmoni. Kepemimpinan harus merangkul, bukan memecah. Kita ingin seluruh unsur di UNM tetap bersatu dan bersama-sama memberikan yang terbaik untuk almamater,” kata Prof Hasmyati menggambarkan filosofi nomor urut enam tersebut.

Hasmyati menegaskan, nomor urut pada dasarnya memiliki makna dan filosofi masing-masing. Namun, angka bukanlah hal terpenting dalam proses pemilihan pemimpin universitas.

“Semua nomor urut itu baik. Yang jelas, bagaimana kita semua bisa memberikan yang terbaik untuk UNM,” menjadi pesan yang ingin ditekankannya dalam kontestasi Pilrek UNM.

Menurutnya, penetapan calon rektor menjadi momentum penting bagi tujuh orang yang telah masuk dalam kontestasi untuk mempersiapkan seluruh tenaga, pikiran, pengalaman, dan gagasannya demi masa depan universitas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya