Anak Muda Makassar Buktikan Bisnis AI Bisa Tumbuh dari Daerah
Tri Yari Kurniawan
Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WIB
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa anak muda dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk ikut membentuk masa depan teknologi Indonesia. Foto/Istimewa
Membangun bisnis teknologi tak harus dimulai dari Jakarta. Dari Makassar, Naufal Fayyadh membuktikan anak muda daerah bisa mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menjawab kebutuhan bisnis, bahkan menjangkau klien lintas kota hingga luar negeri.
Lulusan Manajemen Universitas Hasanuddin pada 2025 itu mendirikan Kodeka Labs, agensi yang bergerak di bidang otomasi AI dan pengembangan perangkat lunak. Dalam mengembangkan usahanya, Naufal mendapat dukungan melalui program NextDev dari Telkomsel, yang membekali perusahaan rintisan digital dengan pendampingan untuk mengembangkan bisnis dan solusi teknologi.
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa anak muda dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk ikut membentuk masa depan teknologi Indonesia. Bagi Naufal, perkembangan AI membuka peluang bagi generasi muda di Indonesia Timur untuk mengembangkan inovasi tanpa harus berpindah ke pusat industri teknologi di Pulau Jawa.
Ia melihat pemanfaatan AI semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di sektor usaha. Di Makassar, misalnya, teknologi ini dapat membantu pemilik kedai kopi melayani pelanggan melalui WhatsApp, menawarkan menu tambahan, hingga memantau omzet dan stok barang melalui percakapan digital.
Penerapan tersebut memperlihatkan bahwa AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi canggih, tetapi juga dapat menjadi alat praktis untuk meningkatkan efisiensi operasional usaha. Peluang inilah yang ingin dikembangkan Naufal melalui Kodeka Labs.
Menurut dia, generasi muda memiliki peluang besar untuk memanfaatkan AI karena relatif cepat beradaptasi dengan teknologi digital. Pemanfaatan yang tepat juga dapat membantu anak muda di Indonesia Timur memperluas akses terhadap pengetahuan dan peluang bisnis yang sebelumnya lebih terkonsentrasi di kota-kota besar.
Perjalanan Naufal turut mendapat dukungan melalui NextDev ke-11 pada 2026. Kodeka Labs berhasil masuk dalam jajaran 10 besar finalis program tersebut. Melalui NextDev, Naufal memperoleh pendampingan teknis dari mentor berpengalaman, termasuk pembelajaran mengenai pengoperasian sistem AI di server sendiri.
Lulusan Manajemen Universitas Hasanuddin pada 2025 itu mendirikan Kodeka Labs, agensi yang bergerak di bidang otomasi AI dan pengembangan perangkat lunak. Dalam mengembangkan usahanya, Naufal mendapat dukungan melalui program NextDev dari Telkomsel, yang membekali perusahaan rintisan digital dengan pendampingan untuk mengembangkan bisnis dan solusi teknologi.
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa anak muda dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk ikut membentuk masa depan teknologi Indonesia. Bagi Naufal, perkembangan AI membuka peluang bagi generasi muda di Indonesia Timur untuk mengembangkan inovasi tanpa harus berpindah ke pusat industri teknologi di Pulau Jawa.
Ia melihat pemanfaatan AI semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di sektor usaha. Di Makassar, misalnya, teknologi ini dapat membantu pemilik kedai kopi melayani pelanggan melalui WhatsApp, menawarkan menu tambahan, hingga memantau omzet dan stok barang melalui percakapan digital.
Penerapan tersebut memperlihatkan bahwa AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi canggih, tetapi juga dapat menjadi alat praktis untuk meningkatkan efisiensi operasional usaha. Peluang inilah yang ingin dikembangkan Naufal melalui Kodeka Labs.
Menurut dia, generasi muda memiliki peluang besar untuk memanfaatkan AI karena relatif cepat beradaptasi dengan teknologi digital. Pemanfaatan yang tepat juga dapat membantu anak muda di Indonesia Timur memperluas akses terhadap pengetahuan dan peluang bisnis yang sebelumnya lebih terkonsentrasi di kota-kota besar.
Perjalanan Naufal turut mendapat dukungan melalui NextDev ke-11 pada 2026. Kodeka Labs berhasil masuk dalam jajaran 10 besar finalis program tersebut. Melalui NextDev, Naufal memperoleh pendampingan teknis dari mentor berpengalaman, termasuk pembelajaran mengenai pengoperasian sistem AI di server sendiri.