CCTV Rekam Pembobolan, Pihak SMAN 5 Jeneponto Desak Polisi Tangkap Pelaku
Sulaiman Nai
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:11 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Kasus pembobolan di UPT SMA Negeri 5 Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang terjadi pada September 2026 lalu, hingga kini belum terungkap. Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang diduga membawa kabur sejumlah barang inventaris sekolah.
Berdasarkan rekaman CCTV, aksi pembobolan terjadi pada dini hari, sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 WITA. Pelaku diduga masuk melalui bagian samping bangunan sekolah, kemudian membobol pintu ruang guru.
Setelah berhasil masuk, pelaku sempat menutup kamera CCTV yang mengarah ke ruangan tersebut untuk menghindari pantauan.
Aksi pelaku juga terekam kamera CCTV yang terpasang di ruang wakil kepala sekolah pada pukul 00.04 hingga 00.12 WITA. Namun, wajah pelaku tidak terlihat jelas karena mengenakan jaket berwarna hitam dengan penutup kepala.
Dalam aksinya, pelaku diduga membawa kabur dua unit laptop, masing-masing bermerek Asus dan Chromebook, serta satu tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram.
Laptop Asus diketahui merupakan barang pengadaan melalui Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahap I Tahun 2024. Sementara itu, Chromebook merupakan bantuan hibah dari Kementerian Pendidikan pada 2022.
Pihak sekolah berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang diduga membawa kabur sejumlah barang inventaris sekolah.
Berdasarkan rekaman CCTV, aksi pembobolan terjadi pada dini hari, sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 WITA. Pelaku diduga masuk melalui bagian samping bangunan sekolah, kemudian membobol pintu ruang guru.
Setelah berhasil masuk, pelaku sempat menutup kamera CCTV yang mengarah ke ruangan tersebut untuk menghindari pantauan.
Aksi pelaku juga terekam kamera CCTV yang terpasang di ruang wakil kepala sekolah pada pukul 00.04 hingga 00.12 WITA. Namun, wajah pelaku tidak terlihat jelas karena mengenakan jaket berwarna hitam dengan penutup kepala.
Dalam aksinya, pelaku diduga membawa kabur dua unit laptop, masing-masing bermerek Asus dan Chromebook, serta satu tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram.
Laptop Asus diketahui merupakan barang pengadaan melalui Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahap I Tahun 2024. Sementara itu, Chromebook merupakan bantuan hibah dari Kementerian Pendidikan pada 2022.