Senior dan Tokoh Kampus Diharap Turut Jaga Suasana Sejuk Pilrek UNM
Tim SINDOmakassar
Senin, 02 November 2026 - 12:33 WIB
Suasana proses penetapan dan pengambilan nomor urut untuk seluruh calon Rektor UNM pada rapat senat pekan lalu. Foto: Istimewa.
Tahap penyaringan pertama Pelaksanaan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) dipastikan ditunda yang sedianya digelar Rabu, (4/11/2026). Hal ini diketahui usai rapat senat pada Senin, (2/11/2026).
Panitia Pilrek UNM masih menunggu arahan dari Kementerian terkait dengan proses selanjutnya. Padahal diagendakan 17 Desember sudah digelar pemilihan tahap kedua untuk seluruh calon yang telah ditetapkan.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Senat Universitas Negeri Makassar (UNM), Basti Tetteng, mengajak para senior dan tokoh kampus untuk bersama-sama menjaga suasana sejuk dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2027–2031.
Basti menegaskan, kepentingan almamater harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurutnya, tidak ada yang lebih penting daripada menjaga nama baik dan masa depan UNM.
“Tidak ada yang lebih penting kecuali almamater UNM,” menjadi pesan yang ditekankannya dalam menyikapi proses pemilihan pimpinan universitas.
Ia berharap para senior dan tokoh UNM dapat mengambil peran menjaga suasana tetap kondusif, sehingga seluruh tahapan Pilrek berlangsung dengan saling menghormati dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Basti menilai, Pilrek UNM seharusnya menjadi ajang mencari pemimpin yang mampu membawa universitas lebih baik ke depan. Karena itu, persaingan perlu diarahkan pada adu gagasan, visi, dan program kerja, bukan saling menjatuhkan.
Panitia Pilrek UNM masih menunggu arahan dari Kementerian terkait dengan proses selanjutnya. Padahal diagendakan 17 Desember sudah digelar pemilihan tahap kedua untuk seluruh calon yang telah ditetapkan.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Senat Universitas Negeri Makassar (UNM), Basti Tetteng, mengajak para senior dan tokoh kampus untuk bersama-sama menjaga suasana sejuk dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2027–2031.
Basti menegaskan, kepentingan almamater harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurutnya, tidak ada yang lebih penting daripada menjaga nama baik dan masa depan UNM.
“Tidak ada yang lebih penting kecuali almamater UNM,” menjadi pesan yang ditekankannya dalam menyikapi proses pemilihan pimpinan universitas.
Ia berharap para senior dan tokoh UNM dapat mengambil peran menjaga suasana tetap kondusif, sehingga seluruh tahapan Pilrek berlangsung dengan saling menghormati dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Basti menilai, Pilrek UNM seharusnya menjadi ajang mencari pemimpin yang mampu membawa universitas lebih baik ke depan. Karena itu, persaingan perlu diarahkan pada adu gagasan, visi, dan program kerja, bukan saling menjatuhkan.