home news

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun, Empat Segmen Bisnis Tumbuh Positif

Senin, 02 November 2026 - 15:49 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan konsolidasi Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026. Foto/Istimewa
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan konsolidasi Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut tumbuh 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY), ditopang pertumbuhan empat segmen bisnis utama di tengah berlanjutnya transformasi perusahaan melalui program TLKM 30.

Kontribusi terbesar berasal dari bisnis Data, Internet & IT Services yang mencatatkan pendapatan Rp71,5 triliun, meningkat 8,3 persen YoY. Dari sisi profitabilitas, EBITDA mencapai Rp55,5 triliun atau tumbuh 2 persen YoY, dengan margin 48,9 persen. Sementara itu, laba bersih tercatat Rp14,4 triliun dengan margin 12,7 persen. Adapun laba bersih normalisasi meningkat 3,9 persen YoY menjadi Rp16,5 triliun, dengan margin 14,6 persen.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, perseroan terus menjalankan strategi TLKM 30 dengan fokus memperkuat bisnis inti dan mempercepat transformasi untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang.

“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang. Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal. Tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki,” ujar Nanang.

Menurut dia, Telkom terus menyiapkan model bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang pertumbuhan industri digital ke depan.

Empat Segmen Bisnis Tumbuh Positif

Pada segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkom membukukan pendapatan Rp81,6 triliun atau tumbuh 3,5 persen YoY. Sementara itu, Telkomsel mencatatkan pendapatan Rp82,9 triliun, meningkat 1,8 persen YoY. Pertumbuhan ini terutama ditopang bisnis digital yang naik 7,7 persen YoY menjadi Rp60,7 triliun.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya