OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Tri Yari Kurniawan
Selasa, 03 November 2026 - 20:13 WIB
OJK, LPS, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi menghadirkan Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah di Makassar. Foto/Istimewa
Penguatan ekosistem keuangan syariah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari regulator, pemerintah daerah, hingga industri jasa keuangan. Sinergi tersebut diwujudkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah di Makassar, Minggu (1/11).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan itu menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Islamic Finance Summit 2026. Ribuan masyarakat turut ambil bagian dalam gerakan yang menggabungkan kampanye gaya hidup aktif dengan edukasi dan perluasan literasi serta inklusi keuangan syariah.
Germas Anti Mager Cinta Keuangan Syariah diselenggarakan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel Sulbar) bersama Pemprov Sulsel, dengan dukungan LPS dan sejumlah lembaga jasa keuangan syariah. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendekatkan layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan prinsip pengelolaannya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hadir bersama Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah, Kepala OJK Sulsel Sulbar Moch. Muchlasin, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan LPS, Bank Indonesia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan lembaga jasa keuangan.
Melalui gerakan ini, OJK, LPS, dan pemerintah daerah mendorong masyarakat tidak hanya menerapkan pola hidup aktif dan produktif, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat. Masyarakat diajak semakin mengenal prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah serta memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Masyarakat mendapatkan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap penipuan dan aktivitas keuangan ilegal, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta fasilitas donor darah. Sejumlah lembaga jasa keuangan syariah juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi peserta.
Untuk memperluas akses informasi dan layanan, kegiatan ini turut menghadirkan stan layanan dan konsultasi keuangan syariah melalui Sistem Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (SiMOLEK). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan syariah secara langsung.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan itu menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Islamic Finance Summit 2026. Ribuan masyarakat turut ambil bagian dalam gerakan yang menggabungkan kampanye gaya hidup aktif dengan edukasi dan perluasan literasi serta inklusi keuangan syariah.
Germas Anti Mager Cinta Keuangan Syariah diselenggarakan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel Sulbar) bersama Pemprov Sulsel, dengan dukungan LPS dan sejumlah lembaga jasa keuangan syariah. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendekatkan layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan prinsip pengelolaannya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman hadir bersama Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah, Kepala OJK Sulsel Sulbar Moch. Muchlasin, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan LPS, Bank Indonesia, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan lembaga jasa keuangan.
Melalui gerakan ini, OJK, LPS, dan pemerintah daerah mendorong masyarakat tidak hanya menerapkan pola hidup aktif dan produktif, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat. Masyarakat diajak semakin mengenal prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah serta memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Masyarakat mendapatkan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap penipuan dan aktivitas keuangan ilegal, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta fasilitas donor darah. Sejumlah lembaga jasa keuangan syariah juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi peserta.
Untuk memperluas akses informasi dan layanan, kegiatan ini turut menghadirkan stan layanan dan konsultasi keuangan syariah melalui Sistem Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (SiMOLEK). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan syariah secara langsung.