Hujan Mulai Turun, PLN Terus Upayakan Pemulihan Pasokan Listrik Sulbagsel
Tri Yari Kurniawan
Kamis, 05 November 2026 - 12:30 WIB
Kondisi terkini Danau Poso, Sulawesi Tengah. Terbatasnya ketersediaan air terlihat dari area tepian danau yang mengering, yang turut memengaruhi kemampuan produksi PLTA Poso. Foto/Istimewa
Hujan mulai turun di sekitar Danau Poso, Sulawesi Tengah, membawa harapan bagi pemulihan pasokan listrik di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Namun, curah hujan yang masih terbatas belum mampu meningkatkan ketersediaan air secara signifikan, sementara produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso masih jauh di bawah kondisi normal.
PT PLN (Persero) terus mengupayakan pemulihan sistem kelistrikan Sulbagsel di tengah terbatasnya pasokan listrik akibat penurunan kemampuan produksi sejumlah pembangkit, terutama PLTA Poso. Hujan yang mulai turun menjadi perkembangan positif, tetapi pemulihan produksi pembangkit masih membutuhkan curah hujan yang cukup dan berkelanjutan.
Per 4 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso tercatat sebesar 200 megawatt (MW), jauh di bawah kondisi normal sebesar 515 MW. Artinya, kemampuan pasok pembangkit tersebut mengalami penurunan sebesar 315 MW.
Penurunan ini dipengaruhi oleh terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso akibat rendahnya curah hujan selama periode El Nino.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel. Pembangkit listrik tenaga air berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasokan listrik pada sistem tersebut. Karena itu, penurunan kemampuan produksinya turut memengaruhi ketersediaan daya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Data hidrologi PT Poso Energy per 3 November 2026 pukul 07.00 WITA menunjukkan, tinggi muka air Danau Poso berada pada 509,402 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut turun 2 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 509,422 mdpl.
Pada periode yang sama, debit air masuk (inflow) Danau Poso tercatat sebesar 28,67 meter kubik per detik. Sementara itu, debit air keluar (outflow) mencapai 109,89 meter kubik per detik.
PT PLN (Persero) terus mengupayakan pemulihan sistem kelistrikan Sulbagsel di tengah terbatasnya pasokan listrik akibat penurunan kemampuan produksi sejumlah pembangkit, terutama PLTA Poso. Hujan yang mulai turun menjadi perkembangan positif, tetapi pemulihan produksi pembangkit masih membutuhkan curah hujan yang cukup dan berkelanjutan.
Per 4 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso tercatat sebesar 200 megawatt (MW), jauh di bawah kondisi normal sebesar 515 MW. Artinya, kemampuan pasok pembangkit tersebut mengalami penurunan sebesar 315 MW.
Penurunan ini dipengaruhi oleh terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso akibat rendahnya curah hujan selama periode El Nino.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel. Pembangkit listrik tenaga air berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasokan listrik pada sistem tersebut. Karena itu, penurunan kemampuan produksinya turut memengaruhi ketersediaan daya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Data hidrologi PT Poso Energy per 3 November 2026 pukul 07.00 WITA menunjukkan, tinggi muka air Danau Poso berada pada 509,402 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut turun 2 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 509,422 mdpl.
Pada periode yang sama, debit air masuk (inflow) Danau Poso tercatat sebesar 28,67 meter kubik per detik. Sementara itu, debit air keluar (outflow) mencapai 109,89 meter kubik per detik.