PLN dan Pemkab Tana Toraja Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Warga Mengkendek
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 06 November 2026 - 09:21 WIB
PLN UID Sulselrabar berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan GPPN Tana Toraja melalui Program Desa Siaga Bencana di Kelurahan Mengkendek. Foto/IST
Membangun masyarakat tangguh bencana membutuhkan lebih dari sekadar bantuan saat keadaan darurat. Pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan melakukan tindakan awal menjadi bekal penting untuk mengurangi risiko bencana. Upaya tersebut dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan GPPN Tana Toraja melalui Program Desa Siaga Bencana di Kelurahan Mengkendek, Kecamatan Mengkendek.
Sebanyak 120 peserta mengikuti program yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 tersebut. Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, hadir sekaligus membuka pelatihan kesiapsiagaan bencana. Pada kesempatan yang sama, Bupati Zadrak juga melepas Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah sasaran.
“Kesiapsiagaan bencana perlu dibangun bersama dan dimulai dari masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan PLN, GPPN, BPBD, dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi dalam memberikan pembekalan serta sarana kepada warga Mengkendek. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan ini terus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat,” ujar dia.
Program Desa Siaga Bencana bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya, melakukan respons awal secara aman, serta berkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat. Pelatihan ini juga menjadi langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi risiko kebakaran yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, PLN UID Sulselrabar memberikan materi keselamatan ketenagalistrikan saat terjadi bencana dan kondisi darurat. BPBD Kabupaten Tana Toraja membekali peserta dengan pengetahuan mitigasi bencana, penanganan awal kebakaran, prosedur evakuasi, keselamatan masyarakat, hingga koordinasi dalam situasi darurat.
Sementara itu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi memberikan materi pencegahan dan penanganan awal kebakaran hutan dan lahan berbasis masyarakat. GPPN Tana Toraja turut mengedukasi peserta mengenai peran relawan dan pentingnya kepedulian sosial dalam membangun masyarakat tangguh bencana.
Tidak hanya menerima pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi tanggap darurat. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat Tim Tanggap Darurat berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait. Aspek inklusivitas juga menjadi perhatian, dengan mendorong kesiapsiagaan yang memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Sebanyak 120 peserta mengikuti program yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 tersebut. Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, hadir sekaligus membuka pelatihan kesiapsiagaan bencana. Pada kesempatan yang sama, Bupati Zadrak juga melepas Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah sasaran.
“Kesiapsiagaan bencana perlu dibangun bersama dan dimulai dari masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan PLN, GPPN, BPBD, dan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi dalam memberikan pembekalan serta sarana kepada warga Mengkendek. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan ini terus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat,” ujar dia.
Program Desa Siaga Bencana bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya, melakukan respons awal secara aman, serta berkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat. Pelatihan ini juga menjadi langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi risiko kebakaran yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, PLN UID Sulselrabar memberikan materi keselamatan ketenagalistrikan saat terjadi bencana dan kondisi darurat. BPBD Kabupaten Tana Toraja membekali peserta dengan pengetahuan mitigasi bencana, penanganan awal kebakaran, prosedur evakuasi, keselamatan masyarakat, hingga koordinasi dalam situasi darurat.
Sementara itu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi memberikan materi pencegahan dan penanganan awal kebakaran hutan dan lahan berbasis masyarakat. GPPN Tana Toraja turut mengedukasi peserta mengenai peran relawan dan pentingnya kepedulian sosial dalam membangun masyarakat tangguh bencana.
Tidak hanya menerima pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi tanggap darurat. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat Tim Tanggap Darurat berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait. Aspek inklusivitas juga menjadi perhatian, dengan mendorong kesiapsiagaan yang memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.