home news

Hadapi Musim Penghujan, Vale Perkuat Tata Kelola Air & Lingkungan IGP Pomalaa

Jum'at, 06 November 2026 - 10:58 WIB
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat sistem pengelolaan air di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara untuk menghadapi musim hujan. Foto/IST
Mengantisipasi peningkatan curah hujan dan potensi dampaknya terhadap lingkungan, PT Vale Indonesia Tbk memperkuat sistem pengelolaan air di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Upaya ini dilakukan melalui percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian air, pemantauan kualitas lingkungan, hingga penyiagaan tim tanggap darurat.

Vale Indonesia, bagian dari holding industri pertambangan MIND ID, terus membangun infrastruktur pengendalian air, termasuk kolam pengendap atau sediment pond di sejumlah titik strategis proyek. Fasilitas tersebut dirancang untuk mengendalikan limpasan air hujan, menahan laju erosi, serta mencegah material sedimen keluar dari wilayah operasional.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan penguatan sistem pengelolaan air dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, potensi cuaca ekstrem, dan hasil evaluasi berkala.

Menurut dia, evaluasi terhadap kejadian hujan ekstrem sebelumnya menjadi dasar bagi perusahaan untuk menyempurnakan sistem pengendalian air. Saat itu, curah hujan tinggi sempat memicu luapan pada sejumlah pocket pond atau kolam penampung berkapasitas kecil.

"Kami berkomitmen tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan. Untuk itu, kami terus melakukan penyempurnaan sistem pengelolaan air dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, potensi cuaca ekstrem, serta evaluasi berkala," ujar Rifai.

Hingga saat ini, Vale Indonesia telah membangun 16 sediment pond, sementara tiga kolam lainnya masih dalam tahap konstruksi. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan air terpadu di kawasan IGP Pomalaa.

Kolam pengendap berfungsi menampung dan mengendalikan limpasan air dari area proyek. Dengan demikian, material sedimen dapat mengendap terlebih dahulu sebelum air dialirkan secara terkendali sesuai standar pengelolaan lingkungan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya