Pemkot Makassar–PSM Jajaki Integrasi Tiket dan Jersey di Lontara+
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 24 Februari 2026 - 11:57 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan jajaran manajemen PSM Makassar saat pertemuan di Balai Kota Makassar, Senin (23/2/2026). Foto: Istimewa
Pemerintah Kota Makassar dan PSM Makassar menjajaki kolaborasi strategis melalui aplikasi Lontara+. Kerja sama ini diarahkan pada integrasi promosi dan layanan, termasuk penjualan tiket pertandingan dan jersey resmi PSM dalam satu platform.
Rencana tersebut disampaikan manajemen PSM saat bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Senin (23/2/2026). Kolaborasi dinilai berpotensi memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan penggunaan Lontara+ di kalangan pendukung PSM.
Commercial Director PSM Makassar, Hafit Timor Mas’ud, mengatakan kolaborasi dapat dilakukan melalui media exposure dan aktivasi komunitas. Ia menilai basis pendukung PSM yang besar menjadi peluang untuk mendorong adopsi aplikasi.
“Kami melihat Lontara+ punya potensi besar. Pola kerja samanya bisa beragam, mulai dari penjualan jersey hingga penjualan tiket pertandingan, meskipun mainnya nanti di Kota Pare-pare. Kalau jutaan warga Makassar sebagian besar fans PSM, ini momentum yang tepat untuk mengajak mereka menggunakan Lontara+,” katanya.
Hafit menambahkan, uji coba integrasi layanan ditargetkan berlangsung pertengahan tahun ini sebelum musim kompetisi berakhir. Ia optimistis potensi promosi digital akan semakin besar jika infrastruktur Stadion Untia Makassar telah rampung.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu merupakan langkah strategis yang saling menguatkan.
"Terkadang biaya promosi melalui eksposur media seringkali jauh lebih besar. Promosi kolaboratif berbasis aktivasi di Lontara+ Pemkot Makassar dapat menjadi langkah strategis. Memang harus di combine. Kadang-kadang yang susah itu mengevaluasi value-nya. Dengan jumlah aktivasi itu nilai keuntungan promosi selalu bisa dihitung secara angka,” ujarnya.
Rencana tersebut disampaikan manajemen PSM saat bertemu Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Senin (23/2/2026). Kolaborasi dinilai berpotensi memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan penggunaan Lontara+ di kalangan pendukung PSM.
Commercial Director PSM Makassar, Hafit Timor Mas’ud, mengatakan kolaborasi dapat dilakukan melalui media exposure dan aktivasi komunitas. Ia menilai basis pendukung PSM yang besar menjadi peluang untuk mendorong adopsi aplikasi.
“Kami melihat Lontara+ punya potensi besar. Pola kerja samanya bisa beragam, mulai dari penjualan jersey hingga penjualan tiket pertandingan, meskipun mainnya nanti di Kota Pare-pare. Kalau jutaan warga Makassar sebagian besar fans PSM, ini momentum yang tepat untuk mengajak mereka menggunakan Lontara+,” katanya.
Hafit menambahkan, uji coba integrasi layanan ditargetkan berlangsung pertengahan tahun ini sebelum musim kompetisi berakhir. Ia optimistis potensi promosi digital akan semakin besar jika infrastruktur Stadion Untia Makassar telah rampung.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu merupakan langkah strategis yang saling menguatkan.
"Terkadang biaya promosi melalui eksposur media seringkali jauh lebih besar. Promosi kolaboratif berbasis aktivasi di Lontara+ Pemkot Makassar dapat menjadi langkah strategis. Memang harus di combine. Kadang-kadang yang susah itu mengevaluasi value-nya. Dengan jumlah aktivasi itu nilai keuntungan promosi selalu bisa dihitung secara angka,” ujarnya.