Pembalap Muda Binaan Astra Honda Bidik Hasil Maksimal di Moto3 Junior Barcelona
Tri Yari Kurniawan
Jum'at, 22 Mei 2026 - 22:44 WIB
Musim baru Moto3 Junior World Championship 2026 menjadi tantangan berikutnya bagi pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa. Foto/IST
Musim baru Moto3 Junior World Championship 2026 menjadi tantangan berikutnya bagi pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa. Ajang balap junior bergengsi di Eropa itu akan dimulai pada 21-24 Mei 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol.
Bagi Ramadhipa, musim ini menjadi fase penting dalam perkembangan kariernya setelah tampil menjanjikan sepanjang European Talent Cup (ETC) musim lalu.
Keikutsertaan Ramadhipa di kejuaraan yang sebelumnya dikenal sebagai FIM JuniorGP tersebut sekaligus menandai tahun keduanya berkiprah di Eropa bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team.
Pembalap berusia 16 tahun itu akan menunggangi Honda NSF250RW bernomor #32, nomor yang pernah mengantarkannya mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang memenangi balapan ETC.
Pada musim sebelumnya, Ramadhipa mengakhiri ETC di posisi kelima klasemen akhir dengan torehan dua kemenangan dan satu podium tambahan. Dia juga mampu finis di posisi kedelapan Red Bull Rookies Cup. Catalunya pun menjadi salah satu lintasan yang meninggalkan kesan positif baginya setelah sukses meraih kemenangan ETC di sirkuit tersebut.
Untuk menghadapi musim 2026, pebalap asal Sleman, Yogyakarta, itu telah menjalani serangkaian persiapan intensif di Eropa sejak awal Maret. Program yang dijalani mencakup winter camp, latihan fisik, hingga sesi pengujian motor bersama tim di Valencia dan Barcelona.
”Saya akan mencoba meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun lalu. Saya juga ingin terus berkembang, bukan hanya sebagai pebalap tetapi juga sebagai pribadi. Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan pebalap lain, tetapi dengan diri saya di musim-musim sebelumnya. Tahun ini lawan terbesar saya adalah diri saya sendiri,” ujar Ramadhipa.
Bagi Ramadhipa, musim ini menjadi fase penting dalam perkembangan kariernya setelah tampil menjanjikan sepanjang European Talent Cup (ETC) musim lalu.
Keikutsertaan Ramadhipa di kejuaraan yang sebelumnya dikenal sebagai FIM JuniorGP tersebut sekaligus menandai tahun keduanya berkiprah di Eropa bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team.
Pembalap berusia 16 tahun itu akan menunggangi Honda NSF250RW bernomor #32, nomor yang pernah mengantarkannya mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang memenangi balapan ETC.
Pada musim sebelumnya, Ramadhipa mengakhiri ETC di posisi kelima klasemen akhir dengan torehan dua kemenangan dan satu podium tambahan. Dia juga mampu finis di posisi kedelapan Red Bull Rookies Cup. Catalunya pun menjadi salah satu lintasan yang meninggalkan kesan positif baginya setelah sukses meraih kemenangan ETC di sirkuit tersebut.
Untuk menghadapi musim 2026, pebalap asal Sleman, Yogyakarta, itu telah menjalani serangkaian persiapan intensif di Eropa sejak awal Maret. Program yang dijalani mencakup winter camp, latihan fisik, hingga sesi pengujian motor bersama tim di Valencia dan Barcelona.
”Saya akan mencoba meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun lalu. Saya juga ingin terus berkembang, bukan hanya sebagai pebalap tetapi juga sebagai pribadi. Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan pebalap lain, tetapi dengan diri saya di musim-musim sebelumnya. Tahun ini lawan terbesar saya adalah diri saya sendiri,” ujar Ramadhipa.