Sigit Budiarto Berharap Muncul Bibit Baru dari Indonesia Timur
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 05 Agustus 2026 - 18:49 WIB
Foto bersama para peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 dengan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, di Dafest Sport Center Makassar, Rabu (5/8/2026). Foto: Dewan Sindo Makassar
Ajang pencarian bakat pebulutangkis muda bergengsi Audisi Umum PB Djarum resmi kembali digelar Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Setelah vakum selama 10 tahun di Kota Makassar, agenda ini dipusatkan di Dafest Sport Center, Jalan Parumpa, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, dan akan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 5-8 Agustus 2026 mendatang.
Pencarian bibit unggul ini difokuskan pada tiga kelompok usia, di antaranya U-11 (8–10 tahun atau kelahiran 2016–2018), KU 11 (usia 11 tahun atau kelahiran 2015), dan KU 12 (usia 12 tahun atau kelahiran 2014) untuk kategori putra maupun putri.
Ketua Tim Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, mengungkapkan bahwa Kota Makassar dipilih kembali karena memiliki sejarah panjang serta kontribusi besar dalam melahirkan atlet-atlet nasional. Setelah sebelumnya sukses digelar di Kota Pekanbaru, langkah ini diambil untuk memastikan regenerasi bulu tangkis di tanah air terus berjalan.
"Makassar punya potensi yang bagus. Kita juga punya sejarah yang baik untuk bulu tangkis. Oleh karena itu, kami mengadakan audisi di sini dengan harapan regenerasi bulu tangkis Indonesia terus berlangsung melalui PB Djarum," ungkapnya saat memberikan tanggapan, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, peserta kali ini sangat antusias dalam mengikuti ajang pencarian bakat olahraga bergengsi ini. Selain mayoritas dari Sulawesi Selatan, kata dia, ajang ini juga menarik minat pebulutangkis muda lintas pulau, mulai dari 13 atlet asal Papua, hingga peserta dari Kalimantan, Sumatera, dan sebagian Pulau Jawa.
"Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka yang datang dari daerah jauh. Harapannya ada bibit-bibit terbaik yang nantinya bisa bergabung dengan PB Djarum dan meneruskan tongkat estafet prestasi bulu tangkis Indonesia," kata Sigit.
Setelah vakum selama 10 tahun di Kota Makassar, agenda ini dipusatkan di Dafest Sport Center, Jalan Parumpa, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, dan akan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 5-8 Agustus 2026 mendatang.
Pencarian bibit unggul ini difokuskan pada tiga kelompok usia, di antaranya U-11 (8–10 tahun atau kelahiran 2016–2018), KU 11 (usia 11 tahun atau kelahiran 2015), dan KU 12 (usia 12 tahun atau kelahiran 2014) untuk kategori putra maupun putri.
Ketua Tim Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, mengungkapkan bahwa Kota Makassar dipilih kembali karena memiliki sejarah panjang serta kontribusi besar dalam melahirkan atlet-atlet nasional. Setelah sebelumnya sukses digelar di Kota Pekanbaru, langkah ini diambil untuk memastikan regenerasi bulu tangkis di tanah air terus berjalan.
"Makassar punya potensi yang bagus. Kita juga punya sejarah yang baik untuk bulu tangkis. Oleh karena itu, kami mengadakan audisi di sini dengan harapan regenerasi bulu tangkis Indonesia terus berlangsung melalui PB Djarum," ungkapnya saat memberikan tanggapan, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, peserta kali ini sangat antusias dalam mengikuti ajang pencarian bakat olahraga bergengsi ini. Selain mayoritas dari Sulawesi Selatan, kata dia, ajang ini juga menarik minat pebulutangkis muda lintas pulau, mulai dari 13 atlet asal Papua, hingga peserta dari Kalimantan, Sumatera, dan sebagian Pulau Jawa.
"Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka yang datang dari daerah jauh. Harapannya ada bibit-bibit terbaik yang nantinya bisa bergabung dengan PB Djarum dan meneruskan tongkat estafet prestasi bulu tangkis Indonesia," kata Sigit.