Atlet Peserta Audisi Umum PB Djarum Antusias Berburu Super Tiket di Makassar
Tim SINDOmakassar
Kamis, 06 Agustus 2026 - 18:24 WIB
Audisi Umum PB Djarum 2026 - Makassar merupakan peruntungan keempat bagi Kresensia Lembayung Ubung Mering untuk berjuang menjadi atlet PB Djarum. Sebelumnya, ia telah tiga tahun beruntun ikuti Audisi.
Audisi Umum PB Djarum 2026 Makassar yang digelar di GOR Dafest Makassar, Sulawesi Selatan telah memasuki hari kedua, Kamis (6/8). Perebutan Super Tiket jalur turnamen maupun pilihan tim pencari bakat semakin sengit. Dari 233 peserta, tersisa 136 atlet belia yang berjuang mengerahkan seluruh kemampuan terbaik guna melaju ke babak berikutnya.
Tak sedikit dari mereka bukan nama baru dan sudah pernah merasakan ketatnya persaingan pada Audisi Umum PB Djarum di tahun-tahun sebelumnya.
Salah satunya ialah Kresensia Lembayung Ubung Mering yang kali ini kembali berjuang di KU 12 Putri. Ubung, sapaan akrabnya telah tiga tahun beruntun mengikuti Audisi Umum PB Djarum di Kudus. Kali pertamanya di tahun 2023, langkahnya terhenti di tahap screening. Satu tahun berikutnya ia berlatih lebih giat dan mengembangkan potensi diri, sehingga berhasil meraih Super Tiket. Namun, langkahnya terhenti di tahap karantina sehingga belum berhasil menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum.
Dua kali mengalami kegagalan tak menyurutkan semangat Ubung. Tahun 2025 ia kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Namun karena kondisi kurang fit, siswi kelas VII itu hanya sampai di tahap screening. Kini ia kembali mengambil kesempatan terakhirnya melalui Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar. Ubung memilih mengikuti seleksi di kota Anging Mammiri ini karena menilai peluangnya lebih besar dibanding Kudus, yang selalu memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.
“Dari pengalaman tiga tahun terakhir itu, saya mencoba evaluasi kekurangan diri sendiri untuk diperbaiki, terutama daya ledak, daya juang, dan mental bertanding. Tahun ini saya memilih bersaing di Makassar karena peluang di KU 12 lebih terbuka untuk kembali melaju ke tahap karantina. Kalau di Kudus biasanya pesertanya jauh lebih banyak dan lawannya juga berat. Saya sangat ingin menjadi atlet PB Djarum untuk membuktikan bahwa saya bisa berprestasi, menjadi juara, dan membanggakan orangtua,” kata atlet yang bernaung di PB Champion Klaten.
Sikap pantang menyerah demi mengejar mimpi menjadi atlet binaan PB Djarum juga ditunjukkan Kartika Madelynne Tambahani yang bersaing di KU 11. Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar menjadi kesempatan kedua atlet yang duduk di bangku kelas V tersebut. Tahun lalu langkah Tika, sapaannya, di Audisi Umum PB Djarum terhenti pada fase turnamen.
“Di Kudus 2025 sampai di tahap turnamen 64 besar. Tahun ini saya ikut Audisi Umum di Makassar karena lebih dekat dari tempat saya tinggal di Minahasa. Dari dua pertandingan terakhir, saya yakin punya peluang besar mendapatkan Super Tiket dan menjalani tahap karantina di Kudus,” ujarnya.
Tak sedikit dari mereka bukan nama baru dan sudah pernah merasakan ketatnya persaingan pada Audisi Umum PB Djarum di tahun-tahun sebelumnya.
Salah satunya ialah Kresensia Lembayung Ubung Mering yang kali ini kembali berjuang di KU 12 Putri. Ubung, sapaan akrabnya telah tiga tahun beruntun mengikuti Audisi Umum PB Djarum di Kudus. Kali pertamanya di tahun 2023, langkahnya terhenti di tahap screening. Satu tahun berikutnya ia berlatih lebih giat dan mengembangkan potensi diri, sehingga berhasil meraih Super Tiket. Namun, langkahnya terhenti di tahap karantina sehingga belum berhasil menjadi bagian dari keluarga besar PB Djarum.
Dua kali mengalami kegagalan tak menyurutkan semangat Ubung. Tahun 2025 ia kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Namun karena kondisi kurang fit, siswi kelas VII itu hanya sampai di tahap screening. Kini ia kembali mengambil kesempatan terakhirnya melalui Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar. Ubung memilih mengikuti seleksi di kota Anging Mammiri ini karena menilai peluangnya lebih besar dibanding Kudus, yang selalu memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.
“Dari pengalaman tiga tahun terakhir itu, saya mencoba evaluasi kekurangan diri sendiri untuk diperbaiki, terutama daya ledak, daya juang, dan mental bertanding. Tahun ini saya memilih bersaing di Makassar karena peluang di KU 12 lebih terbuka untuk kembali melaju ke tahap karantina. Kalau di Kudus biasanya pesertanya jauh lebih banyak dan lawannya juga berat. Saya sangat ingin menjadi atlet PB Djarum untuk membuktikan bahwa saya bisa berprestasi, menjadi juara, dan membanggakan orangtua,” kata atlet yang bernaung di PB Champion Klaten.
Sikap pantang menyerah demi mengejar mimpi menjadi atlet binaan PB Djarum juga ditunjukkan Kartika Madelynne Tambahani yang bersaing di KU 11. Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar menjadi kesempatan kedua atlet yang duduk di bangku kelas V tersebut. Tahun lalu langkah Tika, sapaannya, di Audisi Umum PB Djarum terhenti pada fase turnamen.
“Di Kudus 2025 sampai di tahap turnamen 64 besar. Tahun ini saya ikut Audisi Umum di Makassar karena lebih dekat dari tempat saya tinggal di Minahasa. Dari dua pertandingan terakhir, saya yakin punya peluang besar mendapatkan Super Tiket dan menjalani tahap karantina di Kudus,” ujarnya.