Drama Sengit! Eleven Gagalkan Revans Smada di Final Putri Honda DBL South Sulawesi
Tri Yari Kurniawan
Jum'at, 25 September 2026 - 20:29 WIB
Tim putri SMAN 11 Makassar alias Eleven menundukkan SMAN 2 Makassar (Smada) dengan skor tipis 31-29 sekaligus mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi. Foto/Istimewa
SMAN 11 Makassar (Eleven) kembali menunjukkan dominasinya di panggung basket pelajar Sulawesi Selatan. Dalam final putri penuh drama, Eleven menundukkan SMAN 2 Makassar (Smada) dengan skor tipis 31-29 sekaligus mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi, Jumat (25/9/2026).
Bermain di GOR UMI Makassar, kedua tim menyajikan duel ketat sejak tip-off. Tak ada satu pun tim yang mampu benar-benar menjauh. Sepanjang empat kuarter, selisih angka kedua tim tak pernah lebih dari tujuh poin.
Dilansir dari laman resmi DBL, Smada mengawali pertandingan dengan agresif. Tembakan tiga angka Nur Khaerunnisa Irwan membuka keran poin sekaligus membawa Smada memimpin. Mereka bahkan sempat mencetak lima poin beruntun sebelum menutup kuarter pertama dengan keunggulan 10-8.
Memasuki kuarter kedua, Eleven mulai menemukan ritme permainan. Pertahanan yang lebih rapat membuat pergerakan Smada tersendat, sementara serangan Eleven mulai menghasilkan poin demi poin.Momentum pun beralih. Eleven membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 17-14.
Selepas turun minum, pertandingan semakin panas. Kedua tim terlibat jual beli serangan dan saling mengejar angka. Tidak ada yang mau memberikan ruang sedikit pun kepada lawannya untuk mengambil kendali.
Ketatnya persaingan membuat skor kembali berimbang. Smada mampu mengejar dan memaksa Eleven mengakhiri kuarter ketiga dalam kedudukan 21-21.
Drama sesungguhnya tersaji pada kuarter keempat. Eleven tampil lebih tenang dalam menentukan serangan, sementara Smada terus berupaya mencari celah untuk kembali memimpin.
Bermain di GOR UMI Makassar, kedua tim menyajikan duel ketat sejak tip-off. Tak ada satu pun tim yang mampu benar-benar menjauh. Sepanjang empat kuarter, selisih angka kedua tim tak pernah lebih dari tujuh poin.
Dilansir dari laman resmi DBL, Smada mengawali pertandingan dengan agresif. Tembakan tiga angka Nur Khaerunnisa Irwan membuka keran poin sekaligus membawa Smada memimpin. Mereka bahkan sempat mencetak lima poin beruntun sebelum menutup kuarter pertama dengan keunggulan 10-8.
Memasuki kuarter kedua, Eleven mulai menemukan ritme permainan. Pertahanan yang lebih rapat membuat pergerakan Smada tersendat, sementara serangan Eleven mulai menghasilkan poin demi poin.Momentum pun beralih. Eleven membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 17-14.
Selepas turun minum, pertandingan semakin panas. Kedua tim terlibat jual beli serangan dan saling mengejar angka. Tidak ada yang mau memberikan ruang sedikit pun kepada lawannya untuk mengambil kendali.
Ketatnya persaingan membuat skor kembali berimbang. Smada mampu mengejar dan memaksa Eleven mengakhiri kuarter ketiga dalam kedudukan 21-21.
Drama sesungguhnya tersaji pada kuarter keempat. Eleven tampil lebih tenang dalam menentukan serangan, sementara Smada terus berupaya mencari celah untuk kembali memimpin.