OJK Sulselbar Dorong Inklusi Keuangan Warga Pesisir Desa Sumare
Tri Yari Kurniawan
Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:12 WIB
OJK bersama industri jasa keuangan syariah serta TPAKD Kabupaten Mamuju terus memperluas upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir. Foto/Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama industri jasa keuangan syariah serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Mamuju terus memperluas upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir. Upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digelar di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Program ini menjadi bagian dari komitmen OJK dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat pesisir serta pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Desa Sumare dipilih karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus menjadi salah satu wilayah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dalam kegiatan tersebut, nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan berbagai materi edukasi. Mulai dari pengelolaan keuangan yang lebih sehat, perencanaan finansial, pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah, hingga akses pembiayaan formal untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan.
Asisten Direktur OJK Sulselbar, Mushadi Nurali, menegaskan bahwa kolaborasi antara Program EKI dan KNMP merupakan bentuk nyata komitmen OJK dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pesisir.
Ia menambahkan bahwa literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. "Dengan pemahaman yang baik, nelayan dan pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih produktif dan berdaya saing," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Sumare, Samar, menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dan industri jasa keuangan syariah yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi yang diberikan sangat membantu masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM, dalam memahami pengelolaan keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal, serta mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen OJK dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat pesisir serta pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Desa Sumare dipilih karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus menjadi salah satu wilayah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dalam kegiatan tersebut, nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan berbagai materi edukasi. Mulai dari pengelolaan keuangan yang lebih sehat, perencanaan finansial, pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah, hingga akses pembiayaan formal untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan.
Asisten Direktur OJK Sulselbar, Mushadi Nurali, menegaskan bahwa kolaborasi antara Program EKI dan KNMP merupakan bentuk nyata komitmen OJK dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pesisir.
Ia menambahkan bahwa literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. "Dengan pemahaman yang baik, nelayan dan pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih produktif dan berdaya saing," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Sumare, Samar, menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dan industri jasa keuangan syariah yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Edukasi yang diberikan sangat membantu masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM, dalam memahami pengelolaan keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal, serta mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.