Wabup Sahabuddin Uraikan Rencana Wujudkan Bantaeng Bangkit ke Raja Sanro Bone
Bahar Karibo
Jum'at, 04 April 2025 - 19:55 WIB
Wabup Sahabuddin saat menghadiri undangan keluarga besar Raja Sanro Bone ke-33 di Kampung Lumpangan. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Wakil Bupati Bantaeng Sahabuddin menghadiri undangan keluarga besar Raja Sanro Bone ke-33 di Kampung Lumpangan, Desa Biangkeke Kecamatan Pa'jukukang, Kamis (3/4/2025).
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantaeng itu disambut oleh Lukman Abdullah dan Zainuddin salah seorang keturunan Pasaung Karaeng Lotteng.
Pada kesempatan itu Sahabuddin menyampaikan terima kasih atas sambutan keluarga besar Raja Sanro Bone ke-33. Menurut dia, kehadirannya di tengah tengah keluarga besar Pasaung Karaeng Lotteng memiliki arti tersendiri.
"Di Pilkada kemarin, keluarga besar Pasaung Karaeng Lotteng menjadi bagian dari pasangan Uji-Sah," katanya.
Kemudian, dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati menyampaikan gagasan dan rencana yang ingin diwujudkan untuk Bantaeng Bangkit. Yakni memperkuat adat dan budaya di Butta Toa.
Dia menegaskan bahwa silaturrahmi untuk mempererat hubungan antar pemuka adat, sehingga tradisi dan budaya daerah dapat terus hidup dan berkontribusi dalam pembangunan di Bantaeng.
Di samping itu kata Wakil Bupati dua periode ini, pertemuan ini memperlihatkan komitmen dalam memperkuat nilai-nilai adat dan budaya, yang diharapkan dapat mendorong pembangunan yang selaras dengan Bantaeng Bangkit.
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantaeng itu disambut oleh Lukman Abdullah dan Zainuddin salah seorang keturunan Pasaung Karaeng Lotteng.
Pada kesempatan itu Sahabuddin menyampaikan terima kasih atas sambutan keluarga besar Raja Sanro Bone ke-33. Menurut dia, kehadirannya di tengah tengah keluarga besar Pasaung Karaeng Lotteng memiliki arti tersendiri.
"Di Pilkada kemarin, keluarga besar Pasaung Karaeng Lotteng menjadi bagian dari pasangan Uji-Sah," katanya.
Kemudian, dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati menyampaikan gagasan dan rencana yang ingin diwujudkan untuk Bantaeng Bangkit. Yakni memperkuat adat dan budaya di Butta Toa.
Dia menegaskan bahwa silaturrahmi untuk mempererat hubungan antar pemuka adat, sehingga tradisi dan budaya daerah dapat terus hidup dan berkontribusi dalam pembangunan di Bantaeng.
Di samping itu kata Wakil Bupati dua periode ini, pertemuan ini memperlihatkan komitmen dalam memperkuat nilai-nilai adat dan budaya, yang diharapkan dapat mendorong pembangunan yang selaras dengan Bantaeng Bangkit.
(man)