Lewat Musik Lokal, Bupati Gowa Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya
Herni Amir
Minggu, 04 Januari 2026 - 09:09 WIB
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang bersama pelaku musik lokal. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menghadiri launching single terbaru “Teai Jodota” karya Daeng Talli dan “Tepo’ Jarung” karya Wahyu Jangji di Perumahan Gowa Lestari, Sabtu (3/1) malam.
Dalam sambutannya, Bupati Talenrang menyampaikan apresiasi kepada para pelaku seni Sulawesi Selatan, khususnya dari Kabupaten Gowa yang tetap melestarikan budaya lokal melalui karya musik berbahasa Makassar.
“Seni bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga mengandung pesan-pesan penting. Melalui lagu biasanya mengandung pesan nasihat, doa, pujian, ungkapan rasa cinta, hingga refleksi kehidupan sosial dan keagamaan,” ungkapnya.
Ia berharap launching single ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan karya musik, tetapi juga menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan penguatan seni budaya lokal, khususnya di Kabupaten Gowa.
“Semoga nilai-nilai kearifan lokal, pesan moral dan semangat kebudayaan yang terkandung di dalamnya dapat semakin dikenal, dicintai dan diwariskan kepada generasi muda,” harap orang nomor satu di Gowa ini.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa akses jalan di kawasan Gowa Lestari kini sudah dapat dinikmati masyarakat karena telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Hal ini memungkinkan pemerintah melakukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur demi kepentingan bersama.
“Jalan ini sudah dipakai dan sudah diserahkan kepada pemerintah, sehingga bisa dikerjakan dan dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Talenrang menyampaikan apresiasi kepada para pelaku seni Sulawesi Selatan, khususnya dari Kabupaten Gowa yang tetap melestarikan budaya lokal melalui karya musik berbahasa Makassar.
“Seni bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga mengandung pesan-pesan penting. Melalui lagu biasanya mengandung pesan nasihat, doa, pujian, ungkapan rasa cinta, hingga refleksi kehidupan sosial dan keagamaan,” ungkapnya.
Ia berharap launching single ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan karya musik, tetapi juga menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan penguatan seni budaya lokal, khususnya di Kabupaten Gowa.
“Semoga nilai-nilai kearifan lokal, pesan moral dan semangat kebudayaan yang terkandung di dalamnya dapat semakin dikenal, dicintai dan diwariskan kepada generasi muda,” harap orang nomor satu di Gowa ini.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa akses jalan di kawasan Gowa Lestari kini sudah dapat dinikmati masyarakat karena telah diserahkan kepada pemerintah daerah. Hal ini memungkinkan pemerintah melakukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur demi kepentingan bersama.
“Jalan ini sudah dipakai dan sudah diserahkan kepada pemerintah, sehingga bisa dikerjakan dan dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.