Sempat Viral, Siswa Sekolah Kolong di Tompobulu Kini Miliki Gedung Belajar
Najmi S Limonu
Minggu, 04 Januari 2026 - 12:21 WIB
Penyerahan bantuan pendukung aktivitas belajar mengajar di Sekolah Kolong di Tompobulu. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Niat Bupati Maros meresmikan bangunan sekolah kolong di dusun Bara yang sempat viral, akhirnya kandas. Di perjalanan, Chaidir Syam dan rombongan dicegat air bah yang sangat deras.
Dusun Bara merupakan salah satu daerah terpencil, tepatnya di desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu yang akses jalannya hanya bisa dilalui oleh roda dua atau motor trail.
Chaidir yang terpaksa berjalan kaki menembus hujan deras dan jalan terjal sejauh 3 kilometer, pun harus kembali ke titik awal kendaraan roda empat berhenti.
"Kami sangat ingin sekali meresmikan sekolah itu dan bertemu dengan masyarakat di sana. Tapi sayang, air bah datang dan memutuskan akses jalan," katanya, Minggu (4/1/2026).
Selain karena jalan yang terjal dan bebatuan, kondisi hujan deras juga membuat jalur menjadi licin hingga memaksa mantan ketua DPRD Maros itu harus berjalan kaki.
"Iya karena jalurnya licin dan agak ngeri juga kalau jatuh, makanya tidak ada pilihan lain selain jalan kaki. Alhamdulillah semua aman dan selamat," lanjutnya.
Di seberang jalan yang terputus air bah, Chaidir Syam sempat bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Maros, Andi Wandi Patabai yang sudah terlebih dahulu berada di dusun Bara.
Dusun Bara merupakan salah satu daerah terpencil, tepatnya di desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu yang akses jalannya hanya bisa dilalui oleh roda dua atau motor trail.
Chaidir yang terpaksa berjalan kaki menembus hujan deras dan jalan terjal sejauh 3 kilometer, pun harus kembali ke titik awal kendaraan roda empat berhenti.
"Kami sangat ingin sekali meresmikan sekolah itu dan bertemu dengan masyarakat di sana. Tapi sayang, air bah datang dan memutuskan akses jalan," katanya, Minggu (4/1/2026).
Selain karena jalan yang terjal dan bebatuan, kondisi hujan deras juga membuat jalur menjadi licin hingga memaksa mantan ketua DPRD Maros itu harus berjalan kaki.
"Iya karena jalurnya licin dan agak ngeri juga kalau jatuh, makanya tidak ada pilihan lain selain jalan kaki. Alhamdulillah semua aman dan selamat," lanjutnya.
Di seberang jalan yang terputus air bah, Chaidir Syam sempat bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Maros, Andi Wandi Patabai yang sudah terlebih dahulu berada di dusun Bara.