Kuliah Praktisi ITB Nobel Bekali Mahasiswa Alur Tambang Nikel dari Pit hingga Kapal
Tim SINDOmakassar
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:32 WIB
Suasana kuliah praktisi yang digelar ITB Nobel Indonesia. Foto: Istimewa
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Kuliah Praktisi selama dua hari, 13–14 Januari, dengan tema “Dari Pit ke Kapal: Tahapan Penambangan Bijih Nikel Laterit hingga Barging.”
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa mengenai alur kegiatan pertambangan nikel laterit, mulai dari proses penambangan di pit, pengelolaan material tambang, hingga pengangkutan dan pemuatan bijih nikel ke kapal atau barging.
Melalui pemaparan langsung dari praktisi industri, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang penerapan teori di lapangan. Materi yang disampaikan juga mencakup standar operasional pertambangan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tantangan teknis dan lingkungan dalam industri pertambangan modern.
Salah satu narasumber, Muh. Fajar Parawansyah, S.T., Sr. Staff Operation PT. Dua Putra Barkah Mineral Site – PT. Bumi Mineral Sulawesi, menekankan pentingnya pemahaman proses operasional secara menyeluruh bagi mahasiswa.
“Kegiatan pertambangan nikel merupakan rangkaian proses yang panjang, mulai dari aktivitas di pit, pengelolaan material, hingga proses barging. Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana setiap tahapan tersebut berjalan sesuai standar industri,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dunia pertambangan menuntut kesiapan mental dan pemahaman teknis yang kuat.
“Teori yang dipelajari di kampus harus mampu dipadukan dengan kondisi lapangan. Mahasiswa perlu memahami bahwa kedisiplinan terhadap SOP dan aspek keselamatan kerja menjadi kunci utama keberhasilan operasional pertambangan,” jelas Muh. Fajar.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa mengenai alur kegiatan pertambangan nikel laterit, mulai dari proses penambangan di pit, pengelolaan material tambang, hingga pengangkutan dan pemuatan bijih nikel ke kapal atau barging.
Melalui pemaparan langsung dari praktisi industri, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang penerapan teori di lapangan. Materi yang disampaikan juga mencakup standar operasional pertambangan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta tantangan teknis dan lingkungan dalam industri pertambangan modern.
Salah satu narasumber, Muh. Fajar Parawansyah, S.T., Sr. Staff Operation PT. Dua Putra Barkah Mineral Site – PT. Bumi Mineral Sulawesi, menekankan pentingnya pemahaman proses operasional secara menyeluruh bagi mahasiswa.
“Kegiatan pertambangan nikel merupakan rangkaian proses yang panjang, mulai dari aktivitas di pit, pengelolaan material, hingga proses barging. Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana setiap tahapan tersebut berjalan sesuai standar industri,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dunia pertambangan menuntut kesiapan mental dan pemahaman teknis yang kuat.
“Teori yang dipelajari di kampus harus mampu dipadukan dengan kondisi lapangan. Mahasiswa perlu memahami bahwa kedisiplinan terhadap SOP dan aspek keselamatan kerja menjadi kunci utama keberhasilan operasional pertambangan,” jelas Muh. Fajar.