Terpilih Ketua DMI Gowa, Bupati Talenrang Tekankan Optimalisasi Fungsi Masjid
Herni Amir
Minggu, 01 Februari 2026 - 12:44 WIB
Sitti Husniah Talenrang berbicara dalam kapasitas sebagai ketua DMI Kabupaten Gowa. Foto: Istimewa
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gowa masa khidmat 2026–2031. Ia ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) III DMI Kabupaten Gowa yang digelar di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (31/1).
Dalam sambutannya, Sitti Husniah Talenrang menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pembangunan karakter masyarakat.
“Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, sosial, bahkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, DMI memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menjadikan masjid sebagai motor penggerak pembangunan karakter dan peradaban umat,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Kabupaten Gowa memiliki sekitar 3.800 masjid dan musala dengan jumlah penduduk sekitar 836 ribu jiwa yang mayoritas beragama Islam. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan kuatnya keterikatan masyarakat Gowa dengan masjid, sehingga perannya perlu dimaksimalkan.
“Menghidupkan masjid bukan hanya simbol beribadah, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan. Terlebih pemerintah juga bagian dari masyarakat Gowa ingin menghadirkan masyarakat yang lebih religius dan berkarakter,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa dan DMI merupakan mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendukung program-program DMI yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Pembangunan di Gowa bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Sitti Husniah Talenrang menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pembangunan karakter masyarakat.
“Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, sosial, bahkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, DMI memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menjadikan masjid sebagai motor penggerak pembangunan karakter dan peradaban umat,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Kabupaten Gowa memiliki sekitar 3.800 masjid dan musala dengan jumlah penduduk sekitar 836 ribu jiwa yang mayoritas beragama Islam. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan kuatnya keterikatan masyarakat Gowa dengan masjid, sehingga perannya perlu dimaksimalkan.
“Menghidupkan masjid bukan hanya simbol beribadah, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan. Terlebih pemerintah juga bagian dari masyarakat Gowa ingin menghadirkan masyarakat yang lebih religius dan berkarakter,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa dan DMI merupakan mitra strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendukung program-program DMI yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Pembangunan di Gowa bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” tegasnya.