home sulsel

Percepat Pemulihan Distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara dan Luwu Timur

Rabu, 04 Februari 2026 - 08:58 WIB
Satu minggu pasca terbukanya akses distribusi jalur - jalur utama ke wilayah Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur, pengiriman BBM dan LPG ke wilayah tersebut. Foto: Istimewa
Satu minggu pasca terbukanya akses distribusi jalur - jalur utama ke wilayah Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur, pengiriman BBM dan LPG ke wilayah tersebut mulai berangsur pulih dan bertahap kembali ke keadaan normal.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkoordinasi intens dengan masing - masing pemerintah kabupaten setempat dalam upaya memastikan penyebaran BBM dan LPG yang sempat terhenti dalam kurun waktu kurang lebih 5 hari.

Tahapan pertama yaitu melakukan pemerataan distribusi BBM dan LPG ke seluruh SPBU dan Agen, berikutnya adalah tahap meningkatkan ketahanan stock di lembaga - lembaga penyalur tersebut. Pendistribusian ke wilayah tersebut sudah dilakukan penambahan di atas konsumsi normal harian, Fuel Terminal Palopo juga dioperasikan lebih dari jam normal, namun tetap memperhatikan standar keselamatan kerja dan HSSE.

Beberapa kebijakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah setempat dengan Pertamina antara lain diberlakukannya himbauan agar konsumen membeli BBM dan LPG sesuai dengan kebutuhannya dan tidak berlebihan.

Hal ini sangat membantu untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mendapatkan pasokan BBM dan LPG serta meminimalisir pihak - pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dari situasi pemulihan ini.

Untuk BBM di Luwu Utara sudah dilakukan penambahan pasokan sebanyak 18% untuk gasoline dan 15% untuk gasoil dari rerata hariannya, serta 16% untuk gasoline dan 10% untuk gasoil dari rerata hariannya di Luwu Timur.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga melakukan upaya percepatan pemulihan distribusi dengan mengoptimalkan peran Fuel Terminal (FT) Poso sebagai titik suplai alternatif. Penyaluran BBM dari FT Poso dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi di wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, terutama pada fase awal pemulihan ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya